foto

SBY dalam Kongres Demokrat II di Kota Baru Parahyangan, Bandung, Jabar. (TEMPO/Aditya Herlambang Putra



SBY: Kader Demokrat Tak Kebal Hukum

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemberantasan korupsi tidak boleh dilakukan dengan tebang pilih, termasuk dalam kasus yang diduga melibatkan kader Partai Demokrat. "Tidak ada kader Partai Demokrat yang kebal dari kasus hukum," kata Yudhoyono dalam wawancara khusus di sebuah stasiun radio di Jakarta kemarin.

Presiden mengaku prihatin terhadap korupsi yang terjadi hampir di semua lembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah. Karena itu, dia meminta aparat penegak hukum, lembaga swadaya masyarakat, dan media massa bekerja sama memberantas korupsi tanpa pandang bulu. "Jangan terus kembangkan budaya tidak baik ini, gelap masa depan rakyat kita," ujar Yudhoyono.

Ihwal Muhammad Nazaruddin, yang menjadi tersangka kasus suap wisma atlet SEA Games, Yudhoyono meminta bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu bertanggung jawab. "Nazaruddin segera penuhi permintaan KPK," kata dia.

Saat ini Nazaruddin masih berada di Singapura. Berkali-kali mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Nazaruddin terus menuduh beberapa koleganya dari Demokrat terlibat kasus suap dan korupsi.

Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin, mengatakan, di lingkup internal partai, Yudhoyono telah mengingatkan agar kader Demokrat tidak menganggap diri mereka sebagai kelompok istimewa. "Kader jangan hanya duduk, diam, dan dapat duit. Mereka harus bekerja," kata Amir mengutip Yudhoyono.

Untuk membersihkan partai dari kader bermasalah, menurut Amir, dalam waktu dekat Demokrat akan melakukan perubahan besar. "Sabar saja. Anda akan menyaksikan itu," ujar Amir tanpa memerinci rencana perubahan dan mekanismenya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Demokrat Kastorius Sinaga mengatakan akhir Juli ini Partai Demokrat akan menggelar rapat koordinasi nasional. Dewan Pembina Partai menginginkan acara itu, "Sebagai momentum bersih-bersih."

Kader partai yang bermasalah dengan hukum, kata Kastorius, "Minggir saja."  

EKO ARI W | ALWAN RIDHA R | CORNILA DESYANA



Berita terkait:



 Pendiri Demokrat Minta Nama Partai Dibersihkan



 Mahyudin-Angie Akui Pertemuan di Kantor Menpora



Kader Demokrat Daerah Tagih Janji SBY Berantas Korupsi

  • Send
  • Print