K.H. Zainuddin M.Z. TEMPO/ Aditia Noviansyah
Berita Terkait
Jejak Politik Dai Sejuta Umat
TEMPO.CO, Jakarta - Dai sejuta umat Kiai Haji Zainuddin MZ mengembuskan napas terakhirnya, Selasa pagi, 5 Juli 2011. Pria bernama lengkap Zainuddin Muhammad Zein itu meninggalkan seorang istri, Hj Kholilah, dan empat orang anak.
Karena ceramahnya dihadiri puluhan ribu warga, Zainuddin mendapat julukan Da''i Sejuta Umat. Ia dikenal dengan materi ceramah yang berani. Namun, ia mengkritik pemerintah dengan cara menyindir sehingga kerap membuat hadiri tertawa.
Ia pun mulai melirik ranah politik. Berikut ini kilas kiprah dai sejuta umat tersebut di kancah politik.
Tahun 1977
Zainuddin MZ bergabung ke Partai Persatuan Pembangunan. Dia menjadi salah satu pendulang suara pada Pemilihan Umum 1977. Sebelum masuk DPP, dia menjadi pengurus aktif PPP, yakni menjadi anggota dewan penasihat Dewan Pimpinan Wilayah DKI Jakarta.
8 Januari 2002
Zainuddin MZ mundur sebagai Ketua DPP PPP. Tindakan ini merupakan bentuk kekecewaan Zainuddin MZ terhadap hasil Musyawarah Kerja Nasional DPP PPP tahun 2001. Zainuddin dkk ingin Muktamar PPP dipercepat untuk memilih ketua umum yang baru karena Ketua Umum PPP saat itu, Hamzah Haz, menjabat sebagai Wakil Presiden. Musyawarah Kerja Nasional DPP PPP sendiri memutuskan menunda Muktamar yang seharusnya digelar pada 2003 menjadi 2004.
20 Januari 2002
Ketidakpuasan Zainuddin MZ berujung pada pembentukan Partai Persatuan Pembangunan Reformasi. “Niat awalnya bukan mendirikan PPP Reformasi, tetapi mereformasi PPP yang ada,” ujar Zainuddin MZ saat deklarasi PPP Reformasi.
19 Maret 2002
Zainuddin MZ mendeklarasikan siap menjadi Presiden Republik Indonesia menggantikan Megawati Soekarno Putri. "Saya siap dilamar, jika itu yang terbaik," kata Zainuddin.
29 Maret 2003
Zainuddin MZ dan kawan-kawan menyetujui penggantian nama PPP Reformasi menjadi Partai Penyelamat Perjuangan Reformasi dalam Rapat Pimpinan Nasional Penyelamat PPP Reformasi. Pergantian nama partai ini, menurut Sekretaris Jenderal DPP Komite Masgar Kartangera, untuk menghindari larangan bagi partai dengan nama sama dengan partai lain.
9 April 2003
Muktamar Luar Biasa PPP Reformasi resmi mengganti nama PPP Reformasi menjadi Partai Bintang Reformasi. Zainuddin MZ pun secara resmi ditetapkan sebagai calon presiden Partai Bintang Reformasi.
28 April 2005
Muktamar I PBR menghasilkan dua kubu kepemimpinan: kubu Zaenal Maarif dan kubu Zainuddin MZ.
7 Agustus 2005
Kubu Zainuddin MZ dan Zaenal Maarif sepakat islah. Ketua kubu bertemu di rumah dinas Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Aksa Mahmud. Hasil islah tersebut, Zainuddin MZ tetap Ketua Umum PBR.
2006
Setelah selesai menjabat sebagai Ketua Umum PBR, Zainuddin kembali ke khittah sebagai dai. Ia mulai kembali berdakwah.
KODRAT| PELBAGAI SUMBER
Berita terkait:
Zainuddin, Anak Betawi yang Gemar Pidato
Web via