Seorang petugas merawat seorang korban luka akibat penyerangan kelompok bersenjata, di Nafri, Jayapura, Senin (1/8) dini hari. ANTARA/Marcelinus Kelen
Berita Terkait
Penembakan Jayapura, 4 Orang Tewas
TEMPO.CO, Jayapura - Pukul 03.00 WIT, Senin, 1 Agustus 2011. Puluhan orang bersenjata bergerombol di sekitar Kampung Nafri, Jayapura Papua.
Mereka menebang pepohonan agar akses jalan dari dan ke Kampung Nafri tertutup. Selanjutnya, kawanan bersenjata tersebut memeriksa setiap warga yang melintas.
Dalam insiden tersebut, selain Prajurit Satu Don Keraf, anggota Kompi C Yonif 756 Senggi, tiga warga sipil ikut tewas, yaitu Sardi, sopir angkutan di Jayapura, dan sepasang suami-istri, Wisman dan Titin. Sementara tujuh warga lainnya dirawat di Rumah Sakit Abepura dan Rumah Sakit Bhayangkara akibat luka senjata tajam.
Korban yang tertembak di antaranya Prajurit Satu Don Keraf, Sardi, sopir angkutan di Jayapura, dan sepasang suami-istri, Wisman dan Titin.
“Peristiwa itu sangat cepat, kami dihadang dan langsung ada yang menembak,” tutur Aminah, salah satu korban yang mengalami luka di tangan.
Hingga laporan ini diturunkan, Kampung Nafri berada dalam kondisi mencekam. Aktivitas warga sempat terhenti setelah penembakan pagi tadi.
Sebelumnya, seorang tewas dan dua lainnya terluka parah dalam insiden penembakan oleh orang tak dikenal di Kampung Nafri, 28 November 2010 lalu. Penyerangan yang diduga dari kelompok bersenjata di Jayapura itu mengakibatkan warga ketakutan.
“Penyerangan itu setelah para kriminal ini menebang pohon, itu mereka taruh di tengah jalan untuk menghadang kendaraan yang lewat. Pas ada yang lewat langsung ditembak,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Polisi Wachyono, Senin, 1 Agustus 2011.
Wachyono belum bisa memastikan jumlah kendaraan yang dihadang pengacau keamanan tersebut. “Tapi, kalau dari yang tewas dan luka, semua korban lebih dari sepuluh orang,” ujarnya.
Kodam XVII Cenderawasih Papua belum mengetahui kalau seorang anggotanya tewas dalam insiden penyerangan oleh kriminal bersenjata di Kampung Nafri, Jayapura, Papua, Senin, 1 Agustus 2011, sekitar pukul 03.00 dini hari.
“Saya belum dapat laporannya. Ini masih rapat,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Papua, Kolonel Infanteri Ali Hamdan Bogra, Senin, 1 Agustus 2011.
Dalam sebuah rilis yang dikeluarkan Kepolisian Daerah Papua akhir tahun lalu, pelaku penembakan terdahulu berciri rambut tebal hitam dan panjang, berjenggot, dan memiliki wajah persegi. Pelaku diduga berbadan kurus dan berusia sekitar 30-an tahun. “Tapi, kita tidak mau kait-kaitkan, belum ada data juga yang menyebut pelakunya dari Organisasi Papua Merdeka,” ucap Wachyono.
Korban yang kini dirawat setelah penembakan itu adalah Siti Amimah, 49 tahun; M.Saiun (25); Ahmad Saud ( 27); Tarmuji (49); dan Budiono (22). Sedangkan yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, yakni Suyono, 37 tahun, dan Yulianto, 20 tahun.
JERRY OMONA
Berita terkait:
Pelaku Penembakan di Jayapura Diduga Memakai Laras Panjang