AP/Achmad Ibrahim
Berita Terkait
Diduga Stres, Anggota Marinir Bajak Gajayana
TEMPO.CO, Jakarta - Anggota marinir yang diduga mengalami stres membajak kereta api Gajayana kemarin. Pelaku bernama Darso, berpangkat sersan satu, itu memaksa masinis mengarahkan kereta ke Stasiun Senen, Jakarta, tanpa boleh berhenti di sejumlah stasiun.
Dengan berbagai cara, masinis mengatur kereta rute Malang-Jakarta itu agar berhenti di Stasiun Senen. "Pelaku mengatakan dirinya harus segera menghadap komandan," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia Sugeng Priyono.
Sugeng menjelaskan, kereta yang dibajak berangkat dari Malang pada Jumat sekitar pukul 17.00. Ketika memasuki Cirebon, masinis Yordian Wiliarsi menghentikan keretanya di Stasiun Telagasari. Ketika hendak berangkat, tiba-tiba dadanya ditodong oleh Darso dengan sangkur.
Laporan ada pembajakan, kata Sugeng, diketahui kemarin sekitar pukul 09.00, langsung dari masinis Yordian. Petugas kemudian membuat skenario menghentikan kereta menggunakan rem darurat. "Kereta berhasil dihentikan di Stasiun Senen," ujar Sugeng.
Formasi aparat disiapkan mengikuti standar operasi penyergapan kasus pembajakan. Saat kereta berhenti, polisi lebih dulu merangsek masuk ke ruang masinis, diiringi tiga kali tembakan peringatan. Sejumlah anggota TNI juga disiagakan di sekitar stasiun.
Saat disergap, Darso mencoba melawan dengan mengeluarkan senjata api. Tapi tidak ada suara letusan. Belakangan diketahui itu pistol mainan yang bentuknya mirip pistol jenis FN-45. "Pelaku bisa ditangkap tanpa ada korban," kata Sugeng. Yordian hanya menderita luka gores di dada dan tangan.
Polisi sempat menangkap seorang pemuda bernama Sugianto. Pemuda ini lari ketakutan saat polisi melepaskan tembakan ke udara. "Dia lari karena ketakutan operasi aparat, dan sudah dilepas," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Untung Suropati membenarkan adanya penangkapan anggota marinir aktif itu. Menurut Untung, Sersan Satu Darso adalah prajurit di Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan III, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Untung belum tahu motivasi Darso membajak kereta yang penuh penumpang itu. Saat diperiksa oleh Polisi Militer, kata dia, pengakuannya berubah-ubah. "Pertama, dia bilang dari Malang, lalu dari Cirebon, lalu berubah lagi," kata Untung. "Kami menduga dia stres berat."
Untuk memastikan dugaan itu, penyidik rencananya akan memeriksakan Darso ke ahli jiwa. Selain itu, penyidik akan menelusuri latar belakang kehidupan anggota marinir tersebut.
HERU TRIYONO| ANANDA BADUDU| SUSENO
Berita Terkait:
Dua Jam dalam Todongan Sangkur Darso