TEMPO/Nita Dian
Berita Terkait
Saipul Jamil dan Misteri KM 96+
TEMPO.CO, Jakarta - Sungguh tragis nasib pedangdut Saipul Jamil. Setelah kehilangan istri, Virginia Anggraeni, dalam kecelakaan maut di tol Purbaleunyi, kini ia harus berhadapan dengan hukum lantaran polisi menetapkannya sebagai tersangka dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
"Pak Saipul harus bertanggung jawab," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, Senin, 5 September 2011.
Polisi menduga ada kelalaian dalam peristiwa itu. Hasil penyelidikan, kata Anton, menyimpulkan mobil Avanza hitam B 1843 UFU yang dikendalikan Saipul sempat menabrak pembatas jalan tol, oleng, kemudian terbalik dan terseret sepanjang 40 meter.
"Mobil berkapasitas 6 penumpang itu diketahui memuat 10 penumpang dengan kondisi rem yang tidak baik,"kata Anton.
Menurut Saipul rem blong memang menjadi penyebab kecelakaan yang menewaskan isterinya. "Saya pegang stir. Tiba-tiba mobil oleng, ada angin gede wusss,” katanya seusai kecelakaan pada Sabtu, 3 September 2011.
Sejak peristiwa maut itu, khalayak penasaran dengan lokasi kecelakaan tepatnya di sekitar kilometer 96 plus itu. Bahkan sebagian masyarakat menghubungkannya dengan tahyul, mitos atau misteri tempat angker di sekitar kilometer 96.
Jasa Marga membahtah adanya kilometer angker di sepanjang jalan tol Purbalenyi. "Tak perlu membelokan persoalan ke mitos KM-KM angker karena kecelakaan bisa terjadi dimana saja, selama kita mengabaikan faktor keselamatan "kecil" sekalipun,"kata Kepala Seksi Penyelamatan Jalan Tol Purbaleenyi Andrie Koestiawan.
Andrie punya alasan logis. Menurutnya rata-rata kecepatan manusia berjalan kaki adalah 6 km/jam atau 1,6 meter/detik. Saat berjalan kaki, kata dia, pandangan mata seseorang sekitar 20 meter ke depan sebagai jarak aman agar tidak bertabrakan dengan benda diam atau bergerak di depannya.
Artinya saat mengendarai motor atau mobil dengan kecepatan 60 km/jam, seseorang meluncur dengan kecepatan 16 m/ detik. Pandangan bebas ke depan pun idealnya lebih jauh atau meningkat 10 kali lipat mencapai 200 meter. "Setidaknya butuh 4 detik bagi manusia untuk bereaksi terhadap pengereman,"katanya.
Andrie menduga kejadian yang menimpa Saipul Jamil dan ribuan orang lainnya disebabkan gara-gara mengantuk. Bayangkan, bila 3 detik saja pengemudi tertidur saat mengemudi di kecepatan 100 km/jam, maka kendaraan akan berjalan tanpa kontrol sepanjang lebih dari 80 meter. Hal yang sama terjadi ketika seseorang memainkan gadget untuk sms, BBM dan telepon.
Sejumlah komunitas otomotif mengingatkan agar pengguna tol Purbaleunyi berhati-hati di kilometer 90-97. Penurunan sudut jalan mencapai 30 derajat lebih-lebih dengan kecepatan di atas 80 km/jam sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kendaraan kehilangan titik pusat gravitasi atau oleng.
Salah satu solusinya pengguna kendaraan bisa menggunakan fitur ESP (Electronic Stabilizer Perform) sebagai penyeimbang yang biasa ada di mobil pabrikan Eropa dan Amerika.
RIKI I ERICK P HARDI (BANDUNG)
Berita terkait:
Saat Kecelakaan, Istri Saipul Berada di Belakang Sopir
Saipul Jamil Dilarikan ke Rumah Sakit di Purwakarta
Web via