Anggota DPR Jhonny Allen Marbun saat tiba di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta, (13/4). Jhonny diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek pengembangan bandara dan pelabuhan di kawasan Indonesia Timur. Foto: ANTARA/Widodo S.
Berita Terkait
Duit Nazar Mengalir ke Banyak Politikus
TEMPO.CO, Jakarta - Selain aliran ke Tamsil Linrung dan Yasti Soepredjo Mokoagow, dalam laporan keuangan Grup Permai milik Muhammad Nazaruddin, tercatat setoran duit ke politikus lain. Dalam laporan PT Anugrah Nusantara, salah satu perusahaan dalam grup ini yang banyak menggarap proyek pemerintah, disebutkan adanya aliran uang ke Jhonny Allen Marbun dan Izedrik Emir Moeis.
Laporan keuangan tertanggal 25 Januari 2008 itu, seperti dilansir situs Gresnews.com, dibeberkan bahwa Nazar meneken pemberian uang kepada politikus Partai Demokrat dari politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut. Saat itu Jhonny anggota Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, sedangkan Emir menjabat Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan.
Keduanya memperoleh jatah dari perusahaan Nazar terkait dengan proyek di Kementerian Perhubungan. Jhonny memperoleh kucuran Rp 350 juta dan Rp 46.950.000 (dalam dolar AS). Adapun Emir ditulis kebagian Rp 422.550 (dalam dolar AS).
PT Anugrah antara lain menggarap pengadaan 18 pesawat latih dan 2 simulator sayap pesawat untuk Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia di Curug, Tangerang Selatan. Nilai proyek Rp 114,59 miliar dari empat proyek di Kementerian Perhubungan, yang nilai totalnya mencapai Rp 298,1 miliar.
Komisi Pemberantasan Korupsi sudah mengendus aliran duit tersebut dari terdakwa perkara suap proyek wisma atlet SEA Games, Mindo Rosalina Manulang. Sewaktu diperiksa penyidik pada 16 September lalu atas kasus proyek pembangkit listrik tenaga surya, Rosa ditanya perihal peran Jhonny dan Emir.
Proyek di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu bernilai Rp 8,9 miliar. "Ditanya yang DPR-DPR, ya. Ya, Emir Moeis, Jhonny Allen Marbun, dan lain-lain," ucap Rosa waktu itu. Menurut Wakil Ketua KPK M. Jasin, informasi dari Rosa menjadi petunjuk bagi KPK.
Jhonny membantah tudingan menerima duit dari Nazar. "Itu tak benar, saya tak pernah ada urusan dengan proyek perhubungan," ujarnya ketika dihubungi kemarin. Adapun Emir Moeis tak mengangkat telepon. Ia hanya membalas via pesan pendek bahwa posisinya sedang di Korea . "Kenal saja belum, bagaimana terima (uang)? Tahu saja juga baru sekarang."
Pengakuan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, memperkuat soal adanya kucuran dana perusahaan milik bekas Bendahara Umum Demokrat itu kepada sejumlah politikus lintas partai. "Pelangilah, ada merah, kuning, hijau, biru. Sebut saja warna apa. Putih juga ada, kok," tuturnya kepada Tempo pada Selasa pekan lalu. Yulianis adalah saksi kunci kasus wisma atlet.
IRA GUSLINA | JOBPIE S
Berita terkait:
Emir Juga Bantah Terima Duit Nazaruddin
Jhonny Allen Bantah Terima Duit Nazaruddin
Pimpinan Banggar Siap Diperiksa KPK