foto

Karangan bunga untuk mengenang pendiri Apple Steve Jobs terlihat di luar Apple Store di Sydney (6/10). Pendiri dan mantan CEO Apple Inc Steve Jobs meninggal dunia pada 5 Oktober 2011 di usia 56, setelah lama bertarung melawan kanker dan masalah kesehatan lainnya. REUTERS/Daniel Munoz



Dunia Kehilangan Steve Jobs

TEMPO.CO, Palo Alto - Kematian pendiri Apple Inc dan visioner teknologi Steve Jobs pada usia ke-56 tahun pada Rabu lalu mendapat simpati dari berbagai kalangan. Mulai bekas rival bisnisnya, Bill Gates, hingga Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Jobs diakui sebagai orang yang mampu mengubah industri komputer dan hiburan berkat inovasinya, yang membentang di dua milenium. Dari komputer personal hingga iPhone, iPod, dan iPad. Dialah Leonardo da Vinci di era modern.

"Michelle dan saya sangat sedih mendengar berita kematian Steve Jobs," kata Presiden Barack Obama dalam pernyataan tertulisnya. "Steve adalah salah satu inovator Amerika terbesar. Ia berani berpikir berbeda, percaya diri untuk mengubah dunia, dan memiliki kemampuan untuk melakukannya."

Jobs mengembuskan napas terakhir hanya berselang sehari setelah Apple meluncurkan produk terbarunya, iPhone 4S. Ia telah lama bergelut dengan kanker pankreas, yang terus menggerogoti kesehatannya sejak 2004.

"Melinda dan saya mengucapkan turut berbelasungkawa kepada keluarga Steve Jobs dan rekan-rekannya," ujar bekas rival bisnis utama Jobs dan pendiri Microsoft, Bill Gates. "Merupakan kehormatan bagi kami yang sempat bekerja sama dengan Steve. Saya sangat kehilangan."

Jobs ditemani istri dan keluarganya sebelum meninggal di Palo Alto, California, Amerika. Beberapa situs online, termasuk milik Apple, langsung menampilkan pernyataan berduka di laman depan mereka kepada pria yang banyak menginspirasi dunia digital itu.

"Steve, terima kasih banyak telah menjadi mentor dan teman. Juga terima kasih telah menunjukkan kepada kami bahwa karya Anda bisa mengubah dunia. Saya sangat kehilangan Anda," tulis CEO Facebook Mark Zuckerberg di statusnya.

Mark mengucapkan rasa dukacita di status Facebook-nya itu dari Vancouver, Kanada. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, pernyataan Zuckerberg mendapat tanggapan lebih dari 100 ribu komentar.

Adapun salah satu pendiri situs mesin pencari raksasa Google, Sergey Brin, mengaku banyak terinspirasi oleh visi dan kepemimpinan Jobs di Apple. "Steve, keinginan Anda untuk sebuah kesempurnaan bisa dirasakan oleh siapa pun yang menyentuh produk Apple, termasuk saya yang menulis dengan Macbook."

Para pencinta produk Apple dari Los Angeles, Amerika, hingga Sydney, Australia, memberi penghormatan terakhir kepada Jobs dengan berkumpul di luar Apple Store.

Sementara itu, di depan salah satu Apple Store di Kota New York, Amerika, para pemilik produk Apple menyalakan lilin, menaruh rangkaian bunga, serta meletakkan buah apel dan iPod Touch untuk mengenang kepergian Jobs.

"Anda harus yakin pada sesuatu: keberanian, takdir, kehidupan, dan karma, apa pun itu. Pendekatan seperti itu telah mengubah hidup saya," ucap Jobs suatu ketika.

CNN | REUTERS | FIRMAN



Berita Terkait:



Sihir Jobs Ubah Gaya Hidup Anak Muda Indonesia



Tweet Kematian Steve Jobs Pecahkan Rekor



Inilah Fakta Tentang Mendiang Steve Jobs



  • Send
  • Print