TEMPO/Imam Sukamto
Berita Terkait
Aburizal: Hary Tanoe Kecil...
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menganggap remeh berlabuhnya bos kelompok bisnis Media Nusantara Citra, Hary Tanoesoedibjo, ke Partai NasDem. Menurut dia, masuknya Hary Tanoe ke partai besutan Surya Paloh ini bukan merupakan ancaman bagi partai yang ia pimpin. "Keciiil..., enggak ada apa-apanya," kata Ical--panggilan Aburizal--sembari menjentikkan pucuk jempol ke ujung kelingking tangan kanannya.
Ia mengatakan hal itu, Rabu, 12 Oktober 2011, sebelum rapat Fraksi Partai Golkar di gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Meski begitu, ia tetap mengucapkan selamat kepada Hary Tanoe sebagai pendatang baru dalam politik praktis. "Selamat," ujar Aburizal, ringkas.
Hary Tanoe tak mau berkomentar soal ini. Ketika ditemui Tempo di kantornya di Menara MNC, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, ia buru-buru berlalu dengan sedan putih bernomor polisi B 1 MTR. Ditanya ihwal masuknya ke Partai NasDem, ia tak menjawab.
Ketua Umum Partai NasDem, Rio Patrice Capella, membenarkan bergabungnya bos sejumlah media masa itu. Menurut dia, Hary Tanoe memilih NasDem melalui pertimbangan matang. "Kami memiliki banyak kecocokan," ujar Rio. Namun dia belum memastikan posisi Hary Tanoe dalam jajaran pengurus partai. "Bagi kami, tidak penting siapa yang bawa bola atau mencetak gol. Yang penting adalah golnya," kata Rio, bertamsil.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Sugeng Suprawoto, menyayangkan ucapan Aburizal yang meremehkan Hary Tanoe. Dia menantang mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu membuktikan kebesarannya pada Pemilu 2014 mendatang. "Biar sejarah mencatat siapa yang besar dan siapa yang kecil," ujar Sugeng.
Bisa jadi sikap sinis Aburizal terhadap Hary Tanoe terkait dengan awal mula kelahiran NasDem, yang dibidani Surya Paloh. Bos Media Group ini merupakan seteru berat Aburizal tatkala bersaing merebut jabatan Ketua Umum Partai Golkar di Riau, dua tahun lalu. Surya Paloh, yang juga Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar 2004-2009, kalah oleh Aburizal.
Surya Paloh memilih mundur dari Golkar beberapa hari setelah Partai NasDem dideklarasikan. Sugeng Suprawoto, yang juga orang dekat Surya Paloh, mengatakan dalam sebulan terakhir Hary Tanoe dan Surya Paloh bertemu tiga kali. Menurut Sugeng, Hary adalah figur muda yang memiliki potensi besar. "Kami membuka diri bagi siapa pun," kata Sugeng.
FEBRIYAN | RIKY F | FRANSISCO R | KARTIKA | SUNUDYANTORO
Berita terkait:
Perang Berita di Media Massa Bakal Memanas
Kecewa SBY, Hary Tanoe Masuk NasDem