Megawati Soekarno Putri bersama Puan Maharani (kanan). TEMPO/Imam Sukamto
Berita Terkait
Mega - Puan Belah PDIP
TEMPO.CO, Denpasar - Puan Maharani mulai mendapat dukungan untuk maju ke pemilihan presiden 2014. Sekretaris DPD PDI-P Bali Adi Wiryatama menyatakan, PDIP Bali tinggal menunggu sikap ibu Puan, Megawati Soekarnoputri.
”Bila Megawati siap, maka hanya ketua umum partai yang layak,” ujarnya kemarin. Tapi bila Megawati tak lagi bersedia, kata bekas Bupati Tabanan ini, ”Puan memenuhi syarat menjadi pemimpin muda yang berwawasan.”
Namun, sejumlah daerah menyatakan masih ingin Megawati mencalonkan diri. Saat Megawati mengunjungi konstituennya di Cirebon, pekan lalu, Bupati Cirebon Dedi Supardi dan pengurus cabang di sana menyatakan siap mendukung Megawati. Meski Megawati sendiri mengisyaratkan tidak mau lagi. ”Bukan berarti harus saya. Tapi ada orang yang mau memimpin dengan benar dan memberi kehidupan bagi seluruh warga Indonesia. Itu impian saya.”
Dukungan terhadap Megawati juga datang dari Surakarta. “Megawati tetap yang terbaik,” kata Wakil Ketua PDI-P Surakarta, YF Soekasno. Ihwal saran Taufik, menurut dia, tidak akan berpengaruh pada sikap para kader. ”Itu kan urusan rumah tangga saja,” katanya. Ketua PDI-P Surakarta FX Hadi Rudyatmo menilai faktor usia bukan penghalang bagi Megawati untuk memimpin negara. Wakil Wali Kota Surakarta ini menilai, jika Megawati terpilih, maka bisa mensiasatinya dengan memilih menteri yang berusia muda.
Puan sendiri telah mengisyaratkan siap menggantikan ibunya untuk maju sebagai calon presiden 2014. Tapi, Puan mengajukan syarat: ketua umum PDI-Perjuangan itu tak lagi mencalonkan diri. ”Kakek saya presiden, ibu saya presiden. Bila mendapatkan dukungan seluruh keluarga PDI-Perjuangan, itu akan jadi kesempatan kita,” kata Puan di Balikpapan, Kalimantan Timur, dua hari lalu.
Sebelumnya, politikus senior PDI-Perjuangan Taufiq Kiemas meminta istrinya, Megawati, untuk tidak lagi mencalonkan diri. Tapi Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI-Perjuangan itu menegaskan, pernyataannya itu bukan berarti ia mendukung Puan, anaknya. ”Yang saya pikirkan generasi muda, bukan Puan. Di internal PDI-P, sebanyak 40 persen adalah generasi muda,” ujarnya seusai pelantikan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan di Istana Negara, kemarin. ”Leader memikirkan next generation. Sedangkan politicians memikirkan next election.”
| SG WIBISONO | MUNAWWAROH | ROFIQI HASAN | AHMAD RAFIQ | SUKMA
Berita terkait:
Pramono Anggap Ucapan Taufiq Kiemas Hanya Imbauan