foto

Raafi Aga Winasya. Foto: Facebook



Polisi: Shy Rooftop Berusaha Tutupi Kasus Raafi

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar, menyebut manajemen Shy Rooftop berusaha menutup-nutupi kasus penusukan Raafi Aga Winasya Benjamin di tempat hiburan malam itu pada Sabtu dini hari, 5 November 2011.

"Sekarang apa lagi yang bisa ditutup-tutupi, kan sudah ada korban. Tapi sekarang mereka sudah mulai kooperatif," kata mantan juru bicara Kepolisian Daerah Sumatera Utara itu di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 8 November 2011.

Saat ditanya kemungkinan manajemen Shy Rooftop berusaha menghilangkan alat bukti, Baharudin belum bisa memastikan. Namun jika dalam pengembangan ditemukan ada unsur mencoba menghilangkan alat bukti, terang Baharudin, polisi akan menindaklanjuti.

Baharudin tidak memerinci detail pasal yang bisa menjerat manajemen tempat hiburan yang berada di lantai lima gedung Pavilion Kemang 45, Jakarta Selatan, itu. "Belum sampai ke sana," ujar Baharudin singkat.

Sebelumnya, Polres Jakarta Selatan menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus penusukan yang menewaskan Raafi. Selain bercak darah yang sudah dibersihkan oleh pengelola kafe, peristiwa kekerasan itu juga tidak dilaporkan pengelola.

Karenanya, Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Imam Sugianto menduga pihak Shy Rooftop berusaha menghilangkan barang bukti. "Petugas keamanan mereka tidak langsung lapor polisi setelah kejadian," kata Imam kepada wartawan di Jakarta, Senin 7, November 2011. "Justru rekan korban yang melapor"

"Selain itu, saat kami sampai di lapangan, bekas darah korban dan karpet sudah digulung," kata Imam lagi. "Seharusnya kan mereka menunggu kami".

Raafi, 17 tahun, siswa kelas III SMA Pangudi Luhur Jakarta Selatan, ditusuk orang tidak dikenal di Shy Rooftop, Jalan Kemang Raya 45, pada Sabtu lalu. Meskipun upaya penyelamatan sempat dilakukan dengan membawa korban ke Rumah Sakit Siaga Raya, Pasar Minggu, nyawa korban tidak terselamatkan.

Polisi terpaksa melakukan olah kejadian perkara ulang, Senin, 7 November 2011. Namun hasilnya, polisi hanya bisa mengambil rekaman CCTV saat kejadian berlangsung untuk mencari jejak. Pisau yang dipakai menusuk pun tak ditemukan.

Penusukan Raafi diduga diawali senggolan antara korban dan pelaku saat tengah bersenang-senang di tempat hiburan malam itu. Sejauh ini, polisi menduga penusuk Raafi berumur sekitar dua puluh tahun.

Petugas keamanan Shy Rooftop sendiri membantah menghilangkan alat bukti di tempat kejadian penusukan. Ditemui di lokasi, Supriadi, petugas keamanan Shy Rooftop, juga membantah kabar kalau pengelola langsung membersihkan dan menyimpan karpet yang terkena darah. Ia juga tak menjawab saat ditanya soal kamera pengawas yang error saat kejadian.

"Kami sebagai petugas keamanan ikut prosedur, mana mungkin kami menghilangkan alat bukti. Semua sudah kami serahkan ke polisi, jadi silakan tanya ke polisi," kata Supriadi, petugas keamanan Shy Rooftop.

ARIE FIRDAUS | ANANDA BADUDU

Berita terkait:

Polisi Sebut Petugas Keamanan Shy Rooftop Lalai
Polisi: Sulit Mengidentifikasi Penusuk Raafi
Gondrong Sejak Kelas 1, Raafi Ingin Jadi Dokter



  • Send
  • Print