foto

TEMPO/Subekti



Garuda Muda Tembus Final

TEMPO.CO, Jakarta - Untuk pertama kali sejak 1997, tim sepak bola Indonesia menembus final SEA Games. Dalam pertandingan semifinal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, kemarin malam, Indonesia mengandaskan perlawanan Vietnam 2-0. Indonesia akan bertemu dengan Malaysia di final besok.

Tapi Indonesia dibayangi kegagalan menjuarai SEA Games 1997. Bertanding melawan Thailand di Stadion Utama Senayan, Indonesia kalah 2-4 dalam adu penalti. Kekalahan ini juga dinodai penonton yang rusuh. Kendati demikian, juru bicara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Eddi Elison, yakin Titus Bonai cs kali ini lebih baik. "Dulu yang main itu timnas senior, sekarang U-23," katanya.

Penampilan cemerlang Titus cs semalam, terutama dalam mengatasi permainan
Vietnam yang menjurus kasar, memang memberi harapan mereka bisa merebut emas sepak bola setelah 20 tahun silam. Terakhir skuad Merah Putih merebutnya di SEA Games 1991 di Manila. Skuad asuhan pelatih asal Rusia, Anatoly Polosin (almarhum), itu menang 4-3 dalam adu penalti melawan Thailand.

Banyak kalangan yang menilai juara umum SEA Games tanpa emas sepak bola akan terasa hambar. Jika timnas U-23 bisa merebutnya dalam pertandingan final melawan juara bertahan Malaysia pada partai final besok, mereka akan membuat Indonesia tampil paripurna di SEA Games ke-26 ini. Juara umum sekaligus kampiun sepak bola.

Kunci kemenangan melawan Vietnam, menurut pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan, adalah keberhasilan memainkan taktik pressing football. "Permainan cepat dan tidak memberikan ruang kepada lawan untuk berkembang," katanya. Sepanjang pertandingan, Indonesia memang terus menekan Vietnam.

Menurut Rahmad, strategi itu harus dimainkan saat menghadapi tim kuat seperti Vietnam. "Makanya saya ingin anak-anak melakukan tekanan di zona mereka. Dan itu sukses," kata pelatih yang musim lalu menangani klub Persija Jakarta di Liga Super Indonesia itu.

Hanya, kata Rahmad, dalam penerapan strategi permainan seperti itu, energi yang dibutuhkan pemain juga sangat besar. Maka, untuk persiapan menghadapi Malaysia di final nanti, kata dia, harus memikirkan pemulihan stamina pemain mulai hari ini. "Mulai besok (hari ini) kami akan melakukan latihan pemulihan," ujarnya.

Rahmad berharap penampilan Titus dan rekan-rekannya yang sangat bagus pada laga ini tidak menjadi antiklimaks pada final nanti. "Malam ini saya akan bicara kepada para pemain untuk melupakan kemenangan hari ini karena ini belum selesai. Saya akan minta pemain istirahat dan makan dengan baik," katanya.

Mengenai strategi menghadapi Malaysia, Rahmad mengatakan ada kemungkinan akan
melakukan rotasi beberapa pemain, apalagi jika cedera yang dialami kapten tim nasional U-23, Egi Melgiansyah, ternyata serius. Selain itu, dia berencana kembali menerapkan sebagian strategi seperti yang diterapkan tadi malam. "Mungkin ada beberapa pemain yang harus dikunci," ucapnya.

Dua gol Indonesia diciptakan oleh dua penyerang asal Papua, Patrich Wanggai dan Titus. Patrich mencetak gol pertama melalui tendangan bebas pada menit ke-61. Dia memanfaatkan kesempatan hadiah dari wasit, setelah Egi dijatuhkan oleh pemain belakang Vietnam. Dia menendang ke arah kiri gawang Tran Buu Ngoc. Tendangan ini tidak diduga oleh kiper Vietnam sehingga dengan mudah berbuah gol.

Gol kedua diciptakan oleh Titus menjelang pertandingan berakhir, tepatnya pada menit ke-89. Mendapat umpan lambung dari belakang, ia langsung membawanya ke depan melewati beberapa pemain belakang sebelum meluncurkan tendangan lambung yang mengecoh kiper Tran.

RINA WIDIASTUTI | PRASETYO



Berita terkait:



Ini Kunci Kemenangan Indonesia Atas Vietnam 2-0



Duet Papua Loloskan Tim Merah Putih ke Final

  • Send
  • Print