foto

Abraham Samad. TEMPO/Jacky Rachmansyah



Abraham Berjanji Tuntaskan Kasus Besar

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi terpilih, Abraham Samad, berjanji akan menuntaskan kasus-kasus besar yang sedang ditangani oleh KPK dalam waktu setahun.

"Kalau dalam setahun tak bisa selesai, sudahlah, saya pulang saja ke Makassar," katanya kepada Tempo kemarin, sesaat setelah dipastikan menang dalam pemilihan di Dewan Perwakilan Rakyat. "Malulah rasanya saya datang jauh dari Makassar ke Jakarta, tapi tak bisa apa-apa."

Menurut dia, kasus-kasus besar yang selama ini menjadi perhatian publik, seperti perburuan tersangka kasus cek pelawat Nunun Nurbaetie, pengembangan kasus yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, dan pemeriksaan dugaan korupsi dalam pengucuran jaminan Rp 6,7 triliun untuk Bank Century. Namun mantan pengacara ini juga memastikan siap menyatakan tak ada korupsi dalam penjaminan Century kalau memang tak ditemukan bukti-bukti korupsi.

Abraham kemarin menang mutlak mengalahkan empat kandidat Ketua KPK dalam voting di Komisi Hukum DPR. Pria 44 tahun ini menangguk 43 suara. Adapun Bambang Widjojanto, yang sejak awal mulus tanpa kritik dari DPR, cuma memperoleh 4 suara; mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas meraih 5 suara, Zulkarnaen 3 suara, dan Adnan Pandu Praja 1 suara. Dalam pemilihan pemimpin KPK beberapa saat sebelumnya, Abraham dan Bambang didukung 55 suara, Adnan 51, dan Zulkarnaen 37. Tiap anggota Komisi Hukum, yang totalnya 55 orang, masing-masing memilih empat nama.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Trimedya Panjaitan, menilai Abraham memiliki komitmen menuntaskan empat kasus besar. Kasus-kasus itu adalah Century, cek pelawat, mafia pajak, dan proyek pembangunan Wisma Atlet di Palembang.

"Penanganan keempat kasus tersebut oleh KPK tak mengalami perkembangan positif," ujarnya setelah pemilihan. Menurut dia, Abraham adalah orang daerah yang tak terkontaminasi dengan pusat kekuasaan dan hiruk-pikuk aktor penegak hukum di Jakarta.

Wakil Ketua Komisi Hukum dari Partai Keadilan Sejahtera, Natsir Djamil, menjelaskan, Abraham mendapat dukungan mutlak lantaran berusia muda dan dinilai tegas serta berani. "Dia berkomitmen menuntaskan kasus korupsi dalam satu tahun pertama. Kalau gagal, dia berani turun."

FEBRIYAN | MUSTAFA S | MAHARDIKA SH | IRA G | JOBPIE S



Berita terkait:



Abraham Samad Mengaku Murid Kesayangan Lopa



Kejaksaan Agung Bersyukur Zulkarnaen Terpilih



Manuver Yunus Husein, Ancaman bagi Politikus DPR

  • Send
  • Print