TEMPO/Amston Probel
Berita Terkait
Inilah 1001 Proyek di DPR
TEMPO.CO, Jakarta -Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen, Sebastian Salang, menilai ulah anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang menitipkan perusahaannya dalam proyek di kementerian adalah penyalahgunaan kekuasaan.
Menurut Sebastian, DPR memang mempunyai fungsi kontrol terhadap pemerintah. ”Tapi fungsi itu malah digunakan untuk menekan pemerintah dan mencari keuntungan,” ujar dia saat dihubungi Senin, 5 Desember 2011.
Ihwal titip-menitip proyek terungkap dalam persidangan kasus korupsi proyek solar home system di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral senilai Rp 526 miliar. Terdakwa kasus itu adalah Ridwan Sanjaya, pejabat pembuat komitmen proyek pada 2009 itu.
Ridwan menyebutkan bahwa sejumlah anggota DPR berusaha menitipkan perusahaan kepadanya agar menang dalam tender proyek. Salah satunya, yang terungkap dalam dokumen pemeriksaan, adalah nama Sutan Bhatoegana, anggota Komisi Energi DPR dari Partai Demokrat. Sutan pun membantahnya, bahkan menantang kasus ini dibongkar.
Sebastian mengatakan dugaan praktek titip-menitip perusahaan sudah terjadi sejak lama. Sekalipun proses tender dilakukan secara transparan dan terkomputerisasi, dugaan praktek itu masih bisa terjadi. Kondisi makin ironis karena pemerintah sendiri tak berani mengungkapkan kasusnya. ”Sehingga DPR, yang memiliki kewenangan dalam sistem penganggaran, leluasa berbuat apa pun,” ujarnya.
Buktinya, dia melanjutkan, masih saja banyak perusahaan yang mendapat sokongan dari anggota DPR untuk memenangi proyek. Salah satu contoh adalah kasus Nazaruddin, anggota Komisi Hukum DPR yang menjadi terdakwa kasus suap proyek Wisma Atlet di Palembang. ”Sistem itu tidak jujur,” ujar dia.
Anggota Komisi Hukum DPR, Wa Ode Nurhayati, mengakui dugaan praktek titip-menitip proyek sangat mungkin terjadi. ”Karena DPR itu sentra informasi,” ujar dia kemarin. Soalnya, pembahasan di DPR sudah dimulai sejak perencanaan hingga pembahasan. Seharusnya, kata dia, ”Kalau dalam posisi sadar, DPR tidak boleh menitip sesuatu proyek pun kepada pemerintah.”
Adapun Ketua DPR Marzuki Alie membantah adanya praktek itu. ”Saya clear-kan soal itu,” ujarnya. Dia juga memastikan koleganya bersih dari kasus tersebut. Bahkan dirinya menjamin tidak ikut serta dalam proyek korupsi tersebut. "Saya tidak ingin merusak negara ini. Saya tahu kapasitas teman-teman,” ujar Marzuki.
TRI SUHARMAN | IRA GUSLINA | ALWAN RIDHA RAMDANI | RINA WIDIASTUTI | SUKMA
Berita terkait:
Sutan Tantang Ridwan Buka Proyek ESDM
Politisi DPR Suka Titip Perusahaan di Proyek ESDM