foto

Miranda Swaray Goeltom. TEMPO/Seto Wardhana



Nunun Buka Kartu Miranda

TEMPO.CO, Jakarta - Nunun Nurbaetie mengungkapkan kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi bahwa Miranda Swaray Goeltom pernah meminta bantuan kepadanya agar bisa menang dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004.

"Sebelum pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia, pihak MG (Miranda) pernah meminta ibu NN (Nunun) agar diperkenalkan dengan anggota DPR untuk tujuan pemilihan DGS (Deputi Gubernur Senior) BI tahun 2004," kata pengacara Nunun, Mulyaharja, di Jakarta kemarin.  Menurut Mulyaharja, Nunun menceritakan hal itu kepada penyidik KPK saat diperiksa, Selasa lalu.

Mulyaharja menuturkan, pertemuan antara Nunun dan Miranda berlangsung sebelum pemilihan oleh Komisi Perbankan DPR. Inisiatif pertemuan, ujarnya, datang dari Miranda. Bahkan, Mulyaharja menambahkan, Miranda mendatangi Nunun, yang tengah berada di suatu tempat.

Namun Mulyaharja tak mau menyebutkan tempat pertemuan itu. Ia juga bungkam soal hasil pertemuan tersebut. “Tanya saja kepada KPK," ujar Mulyana.

Miranda tidak bersedia menanggapi pengakuan Nunun. Tempo, yang mendatangi rumahnya di Jakarta Selatan kemarin, hanya ditemui Yanto, penjaga rumah. Yanto memastikan Miranda ada di rumah. "Saya sudah sampaikan pesan Bapak (Tempo) kepada Ibu (Miranda). Tapi Ibu (Miranda) tidak bersedia ditemui malam ini," kata Yanto. Telepon dan pesan pendek yang masuk ke telepon seluler Miranda pun tak berbalas.

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, keterangan Nunun itu masih terus didalami. "Mungkin dalam minggu ini Miranda akan dipanggil," kata Abraham.

RUSMAN P. | SUNUDYANTORO



Berita terkait:



Panda Nababan Ajukan PK Cek Pelawat



Ke Penyidik, Nunun Mengaku Akrab dengan Miranda



Nunun Minta Dikenalkan dengan Penerima Cek Pelawat

  • Send
  • Print