Mobil buatan siswa SMK 2 dan SMK Warga Surakarta yang diparkir di halaman Balai Kota Surakarta, Senin, (2/1). TEMPO/Ukky Primartantyo.
Berita Terkait
Mobil Dinas Jokowi Rakitan Siswa SMK
TEMPO.CO, Surakarta - Wali Kota Surakarta Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, sejak pertama kali menjabat pada 2005 tidak pernah ganti mobil dinas. Toyota Camry miliknya total sudah dipakai selama 11 tahun, termasuk oleh pemimpin sebelumnya.
Dalam beberapa kali kesempatan, Jokowi mengaku mobil lamanya masih enak dipakai sehingga ia menolak mobil dinas baru. Tapi rupanya dia menunggu mobil rakitan siswa SMK.
"Pak Jokowi memesan mobil ke kami," ujar Dwi Budimartono, salah seorang guru otomotif di SMK 2 Surakarta, kepada Tempo, Selasa, 3 Januari 2012.
Pesanan itu karena SMK 2 menyatakan sanggup merakit mobil. Dan itu membuat Jokowi tertarik memesan untuk membuktikan kemampuan siswa SMK 2.
Lantas, pada September 2011, proses perakitan pun dimulai. Ada enam siswa SMK 2 yang terlibat di perakitan. "Kami merakit bodi dan mesin," kata Madi, siswa kelas III Teknik Kendaraan Ringan.
Siswa perakit lainnya, Okky Austriadi, 18 tahun, mengatakan merakit mobil adalah hal baru. Sebab selama ini ia lebih banyak mempelajari mesin, kelistrikan, dan sasis. "Dan ternyata kami bisa," ucapnya.
Guru otomotif lainnya, Sriyono, menyebut, meskipun pekerjaan baru, itu bisa dikerjakan karena secara prinsip sama. "Tidak beda jauh dengan yang kami lakukan saat ini, yang lebih banyak di pemeliharaan mesin," katanya.
Akhirnya, Jokowi dan Wakil Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mulai Selasa, 3 Januari 2012, memakai mobil dinas rakitan para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan Kiat Motor, Kiat Esemka.
Mobil yang dirakit para pelajar SMK dan Kiat Motor itu menggunakan komponen 80 persen buatan lokal dan 20 persen impor. Mobil tersebut dibiayai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh.
Hari ini, Jokowi beraktivitas dengan mengendarai mobil dinas barunya, Kiat Esemka. Mobil buatan siswa SMK itu digunakan untuk meninjau pembuatan KTP elektronik atau e-KTP sekaligus mengambil foto dirinya untuk membuat e-KTP di Kantor Kecamatan Banjarsari.
Selanjutnya, Jokowi menuju rumah dinas untuk menemui Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Lutfi Rauf. Dia duduk di kursi tengah mobil dengan kapasitas mesin 1.500 cc tersebut. Di kursi depan, ada sopir dan ajudan. Saat Tempo melongok ke dashboard, terlihat bahwa mobil itu baru dipakai sejauh 65 kilometer.
“Hari ini sudah saya pakai. Sudah dipasang plat nomor AD 1A,” kata Jokowi di rumah dinas Wali Kota, Selasa, 3 Januari 2012. "Mobil itu sama nyamannya dengan Toyota Camry yang selama ini dipakai. Bahkan lebih nyaman.”
Dia menyatakan akan menggunakan mobil Kiat Esemka itu dalam aktivitas dinasnya di dalam kota. Soal izin yang belum keluar, menurut Jokowi sedang diurus izin kelayakan dan izin lolos uji emisi Euro 4.
Sopir Jokowi, Suliadi, juga menyatakan keunggulan mobil Kiat Esemka yang tidak kalah dengan Toyota Camry. “Mobilnya nyaman, suspensinya empuk. Saat melindas jalan berlubang juga tidak begitu terasa,” katanya. Selain itu, dia menganggap mobil itu stabil saat dikendarai dan handling-nya mulus.
Tak mau ketinggalan dengan atasannya, Wakil Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo juga sudah menggunakan mobil Kiat Esemka untuk beraktivitas. Mobil yang menggunakan mesin jenis TwinCam 1.5i tersebut dipakai mengunjungi proses perakitan mobil pick up di Solo Techno Park dan melihat kondisi warga korban banjir di bantaran Sungai Bengawan Solo.
“Saya sudah pakai berkeliling. Enak dikendarai,” ujar Hadi. Menurut dia, hasil karya anak bangsa harus dihargai tinggi. Kehadiran mobil Kiat Esemka disebutnya bisa menjadi momentum kebangkitan otomotif nasional.
UKKY PRIMARTANTYO
Berita terkait:
Dubes Indonesia untuk Thailand Kagumi Mobil Esemka
Mereka yang Bangga Merakit Mobil Esemka