Hizbut Tahrir Indonesia bersama pemuda dan mahasiswa berdemo menolaknya kenaikan atau pencabutan subsidi BBM di depan Istana Negara, Jakarta, (18/3). ANTARA/Adrie Indrayadi
Berita Terkait
Itung-itung Efek BBM dan Listrik Naik
TEMPO.CO, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan angka inflasi bakal melonjak jika harga bahan bakar minyak bersubsidi dinaikkan. Berdasarkan simulasi, inflasi bergerak lebar pada kisaran 0,5-0,9 persen.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Djamal, mengatakan, jika harga Premium dinaikkan Rp 1.000 per liter, dampak langsung pada inflasi sekitar 0,5-0,6 persen. “Bila harga Premium naik Rp 1.500 per liter, maka inflasi bertambah 0,8-0,9 persen,” ujar Djamal, Rabu 1 Februari 2012 .
Adapun dampak tak langsung pada inflasi akan naik sebanyak 1-1,5 persen. “Bila efeknya hanya satu kali, inflasi bisa naik mencapai 1 persen,” kata Djamal. Pengaruh kenaikan ini baru terasa satu-dua bulan setelah kebijakan diterapkan. “Pengusaha transportasi dan makanan harus menyesuaikan harga penjualan mereka.”
Khusus untuk pembatasan bahan bakar bersubsidi, kata Djamal, pihaknya belum melakukan simulasi. “Pembatasan BBM jauh lebih sulit untuk dihitung,” kata dia. Alasannya, BPS membutuhkan data jumlah kendaraan pribadi yang terkena pembatasan secara terperinci serta data konsumsi BBM di setiap daerah. “Yang harus diketahui, berapa banyak yang akan pindah ke Pertamax, kendaraan umum, ataupun melakukan konversi ke gas.”
Terkait dengan rencana kenaikan tarif dasar listrik sebesar 10 persen pada April mendatang, BPS bersama Bank Indonesia dan Universitas Indonesia memperkirakan bakal menambah inflasi 0,18 persen. Sedangkan dampak tidak langsung yang ditimbulkan, kata Djamal, sama dengan kenaikan harga BBM, mencapai 1-1,5 kali.
Sebaliknya, target inflasi sebesar 5,3 persen yang ditetapkan pemerintah akan tercapai jika kondisinya sama dengan tahun lalu. Artinya, target itu dicapai tanpa ada kenaikan harga BBM dan tarif listrik. Hanya, Djamal mengingatkan, bakal muncul dampak psikologis akibat belum pastinya kebijakan pembatasan BBM. “Efeknya, akan terjadi penimbunan BBM oleh masyarakat,” kata Djamal.
Kepala Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa, sependapat dengan prediksi BPS. Menurut dia, dampak langsung kenaikan tarif listrik kepada inflasi 0,2 hingga 0,3 persen. "Itu jika kenaikannya 10 persen," ujarnya.
Kenaikan tarif listrik yang berbarengan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi, pengaruhnya terhadap inflasi bisa dikatakan hampir sama. Perhitungan baru berbeda apabila kenaikannya 20 persen. Menurut Purbaya, seumpama harga BBM dinaikkan 1 persen, hal ini akan menyumbang inflasi sebesar 0,7 persen.
Dampak kenaikan tarif listrik, kata Purbaya, akan mempengaruhi usaha kecil dan menengah. Sebab, kegiatan usaha banyak menggunakan energi listrik dalam proses produksi.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jarman, menyatakan usul kenaikan tarif dasar listrik akan dibahas bersama DPR setelah pembatasan BBM bersubsidi diputuskan. “Pemerintah fokus dulu kepada pembatasan.”
Kemarin Wakil Ketua Badan Anggaran DPR, Tamsil Linrung mempertanyakan nasib usulan kenaikan harga listrik yang pernah disampaikan pemerintah pada saat pembahasan APBN 2012. Sebab hingga sekarang belum muncul lagi, tapi sudah ada wacana untuk menambah subsidi listrik sebesar Rp 10 triliun. Ia mengatakan kekurangan subsidi listrik bisa dihindari jika pemerintah mengusulkan kenaikan kepada Dewan. “Belum diusulkan, kenapa pemerintah tidak mengusulkan?” ujarnya.
ALI NY | SUBKHAN | SUTJI | GUSTIDHA |AKBAR TRI
Berita Terkait
Pemerintah Rancang Kenaikan Harga BBM
Kebijakan Pemerintah Soal BBM Dikritik
Dampak Kenaikan Harga BBM Hanya Sementara
Pembahasan Tarif Listrik Setelah BBM Rampung