Anas Urbaningrum. ANTARA/Yusran Uccang
Berita Terkait
Demokrat Telusuri Asal Uang Anas di Kongres
TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pengawas Partai Demokrat tengah menelusuri asal uang yang digunakan tim sukses Anas Urbaningrum dalam Kongres II Demokrat di Bandung pada Mei 2010. "(Akan) jadi masalah kalau uang itu dari proyek APBN," kata Wakil Ketua Umum Demokrat Max Sopacua kepada Tempo kemarin.
Menurut dia, komisi bentukan Dewan Kehormatan Demokrat itu tak mempersoalkan jual-beli suara dalam Kongres. "Uang capek" dinilai sudah biasa dibagikan pada setiap pemilihan. "Pemilihan lurah saja pakai seperti itu."
Komisi, kata Max, akan menelisik dari mana uang untuk membiayai hotel dan tiket pesawat sebagian peserta Kongres seperti diakui bekas anggota tim sukses Anas. Sebab, untuk tiket dan hotel, seluruhnya sudah ditanggung panitia pelaksana Kongres.
Sekretaris Komisi Pengawas Suadi Marasabessy menyatakan Komisi akan melihat fakta dan data hasil pemeriksaan sejumlah peserta Kongres besok. Mereka yang diperiksa adalah yang mengaku menerima uang dari kubu Anas, termasuk Diana Marinka. Diana mengaku memperoleh uang Rp 30 juta, US$ 7.000, dan telepon seluler BlackBerry.
Mantan Bendahara Umum Demokrat yang kini terdakwa kasus Wisma Atlet, M. Nazaruddin, mengaku ikut membagikan uang kepada sejumlah pengurus daerah. Pembagian dilakukan di Jakarta dan arena Kongres. Pemilik Grup Permai ini menjelaskan, Komisi dari proyek Hambalang untuk PT Anugrah Nusantara sebesar Rp 50 miliar digelontorkan kepada tim sukses Anas.
Dana itu adalah sebagian dari total Rp 100 miliar dari penggarap proyek Hambalang senilai Rp 1,2 triliun, yakni PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya. Kedua badan usaha milik negara itu telah membantah tudingan mengalirkan uang.
Mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis mengaku menggelontorkan Rp 30 miliar plus US$ 2 juta untuk pemenangan Anas. Tapi yang terpakai Rp 600 juta. Ada pula kucuran dari pos sumbangan sebesar US$ 3 juta, tapi yang terpakai US$ 1,2 juta. "Itu saya catat semua," katanya dalam sidang terdakwa kasus Wisma Atlet, Mindo Rosalina Manulang.
Uang dibawa dari kantor Grup Permai di Mampang, Jakarta Selatan, pada 21 Mei 2010, pukul 19.00 WIB, ke arena Kongres di Hotel Aston Bandung. Uang dikemas dalam 19 kardus, lantas dibawa dengan empat mobil. Tiba di Aston sekitar pukul 23.00, lalu uang disimpan di kamar nomor 10 di lantai 9. "Saya yang mengangkut uang itu," kata Dede S., pegawai outsourcing Grup Permai. Yulianis juga mengakui ikut mengantar uang.
Anas beberapa kali menyatakan bantahannya atas dugaan politik uang ini. "Itu halusinasi," katanya. Ruhut Sitompul, mantan anggota tim sukses Anas, tak menjawab ketika dihubungi melalui telepon tadi malam. Demikian pula Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Saan Mustopa. Tapi Saan sudah membantah adanya politik uang dalam Kongres. "Tak ada politik transaksional," ucapnya, Kamis pekan lalu.
FEBRIYAN | JOBPIE S
Berita terkait:
KPK Diminta Usut Pemilik Grup Permai
Demokrat Panggil Kader Penerima Duit Kongres Bandung
SBY Perintahkan Pembersihan Kader Busuk
Tanpa Diteken Anas, Surat Pemecatan Angie Sah
Pengakuan Politik Uang Pintu Masuk buat Depak Anas
Pendiri: Kongres Demokrat Berseliweran Dollar
Prabukusumo: Ada Bagi-bagi Duit di Kongres Demokrat
KPK Diminta Usut Sumber Duit Kongres Demokrat