Pengendara motor melintasi gedung Wisma Atlet di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat 18 Mei 2012. Proyek senilai 1,2 trilyun ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan PT Adhi Tbk. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo



TEMPO.CO, Jakarta - Proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, penuh dengan kejanggalan. Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho menyatakan, di antara keanehan itu adalah perubahan nilai proyek naik sepuluh kali lipat. "Jadi seperti proyek sulapan saja," katanya tadi malam.

Rencana awal, menurut Emerson, proyek Hambalang, ketika ditangani Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, hanya membangun sekolah atlet tanpa sport center dengan anggaran sekitar Rp 125 miliar. Namun, ketika nakhoda Kementerian Olahraga berpindah kepada Andi Mallarangeng, anggaran proyek itu meroket menjadi Rp 1,2 triliun.

ICW mencurigai otak proyek Hambalang tak lain Menteri Andi dan politikus Partai Demokrat yang menyokong penuh proyek ini. Ada indikasi, kata Emerson, mereka membidik uang proyek, bukan menyiapkan calon atlet. Duit proyek, menurut dia, bisa saja mengalir untuk pemilihan presiden 2009 dan Kongres Demokrat 2010 di Bandung.

Menurut Adhyaksa Dault, proyek Hambalang sudah melenceng jauh dari rencana. Ia terkejut dengan nilai proyek yang melonjak. “Ide menjadikan sport center bukan dari saya. Itu Andi semua. Anggaran Rp 1,2 triliun juga dari dia,” katanya.

Ketika ditanya mengapa proyek diubah sehingga nilai proyek melangit, Andi tak menjawab secara terperinci. Ia mengakui proyek Hambalang memang disiapkan sebagai lahan sekolah olahraga. Meski begitu, kata dia, tak ada beda signifikan antara sport center dan sekolah olahraga. “Jadi sport center pun masih bisa berfungsi jadi sekolah olahraga,” ucapnya.

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berkali-kali menampik tudingan partainya terlibat dalam proyek tersebut. Tuduhan itu, kata dia, dibuat untuk menyudutkan dirinya. “Ini skenario mengait-ngaitkan saya,” kata Anas di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, April lalu.

INDRA WIJAYA | FEBRIYAN | ISTMAN MP | SUNUDYANTORO

Berita lain:

Terbelit Proyek Hambalang
KPK Turunkan Tim ke Hambalang
Adhyaksa: Menpora Sembunyi Tangan di Hambalang

BPK Akan Audit Kerusakan Gedung di Hambalang

Hambalang Ambles, Menteri Andi Dituding Cuci Tangan

Lady Gaga: Hati Saya Hancur Tak Jadi Konser di Jakarta

Agar Terima Lady Gaga, FPI Ditawari 'Mobil'

Skandal 'Vatileaks' Guncang Vatikan

Komentar


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Habislah duit rakyat dimakan oleh Hantu2 blau...
0
0
Habislah duit rakyat dimakan oleh Hantu2 blau...

Blog TempoKomentar

Incipit, Direktori Zaman Sumeria

Jenis makhluk apakah ini? Di luar lingkaran akademis, incipit bukan hanya tidak sayup-sayup terdengar. Mungkin malah teramat asing dan aneh. Tapi, dalam sejarah dunia buku, incipit sudah sedemikian tua, mendahului judul. Yang kita akrabi di masa kini mema

Copyright © 2011
TEMPO
.CO