Maket Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang, Jawa Barat di kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta. TEMPO/Dwianto Wibowo



TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (nonaktif), Wafid Muharam, mengungkapkan, ide perluasan proyek Hambalang berasal dari Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Menurut dia, ide tersebut muncul setelah sertifikat Hambalang rampung pada 2010.

“Nah, berkembanglah ide (Hambalang) bukan hanya untuk sekolah, tapi juga untuk diklat (pendidikan dan pelatihan). Idenya Pak Menteri. Jadi istilahnya, ya, nilai tambah Bukit Hambalang bukan hanya sekolah,” ujar Wafid melalui koleganya kemarin.

Wafid juga menjelaskan, setelah itu proyek Hambalang menjadi proyek multiyears. Anggaran 2010 yang semula Rp 200 miliar meningkat menjadi Rp 1,2 triliun. “Karena multiyears, pembahasan itu sebelum Anggaran Perubahan dan sudah disetujui Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Anggota Komisi Olahraga, Dedi Gumelar, menyatakan baru mengetahui proyek Hambalang merupakan proyek tahun jamak saat pembahasan Rancangan Anggaran 2012 pada Maret 2011. Saat itu Kementerian mengajukan tambahan anggaran Rp 500 miliar. Ketika itu, Dedi mengatakan, Menteri Andi menyebutkan bahwa tambahan anggaran harus disetujui karena proyek Hambalang masuk dalam proyek tahun jamak. “Saat itulah kami kaget, kok, tiba-tiba ada pembahasan proyek tahun jamak,” ujar Dedi.

Adapun Menteri Andi mengatakan hanya melanjutkan kebijakan pendahulunya, Adhyaksa Dault. Saat diangkat menjadi menteri, menurut dia, di Hambalang sudah ada bangunan asrama, masjid, jalan beraspal, lapangan sepak bola, dan pagar keliling.

RUSMAN PARAQBUEQ | IRA GUSLINA | SUKMA

Berita terkait
Adhi Karya dan Wika Diminta Bertanggung Jawab
Adhyaksa Siap Dikonfrontasi dengan Menpora Soal Hambalang
Kementerian PU Sebut Hambalang Ambles Desember 
Menpora Bantah Tanah Hambalang Tak Pernah Dicek Kualitasnya
Menpora: Tak Ada Larangan dari Pak Adhyaksa Soal Hambalang 

Komentar


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
mantap...cuap sana-sini...tdk ada yg tanggung jawab...mungkinkah ada org yg dilindungi??? tunggu kisah selanjutnya stlh.....
0
0
mantap...cuap sana-sini...tdk ada yg tanggung jawab...mungkinkah ada org yg dilindungi??? tunggu kisah selanjutnya stlh.....
0
0
mantap...cuap sana-sini...tdk ada yg tanggung jawab...mungkinkah ada org yg dilindungi??? tunggu kisah selanjutnya stlh.....
0
1
Bung SIMIK, pak SBY lebihsenang ngurusin SBPU, sebab kalau ngurusin Hambalang berarti menepuk air di dulang. Anak buah kesayangannya kelibet-libet. Jadi ya maklum aja bung!
0
1
habisiiiinn semua tikus2 yg korup dproyek hambalang........tumpas smpi habis hama2 yg menggrogoti uang rakyat...!!! mana SBY diam ajja.....??? demokrat diam aja kebaikan berapa persent tu....????
Selanjutnya

Blog TempoKomentar

Incipit, Direktori Zaman Sumeria

Jenis makhluk apakah ini? Di luar lingkaran akademis, incipit bukan hanya tidak sayup-sayup terdengar. Mungkin malah teramat asing dan aneh. Tapi, dalam sejarah dunia buku, incipit sudah sedemikian tua, mendahului judul. Yang kita akrabi di masa kini mema

Copyright © 2011
TEMPO
.CO