Soeharso Mundur Dari Pencalonan

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hakim Agung Soeharso secara mendadak mengundurkan diri dari calon Ketua Muda Bidang Pengawasan dan Pembinaan (Tuada Wasbin) Mahkamah Agung (MA) seminggu lalu. Padahal, menurut Wakil Ketua MA, Taufiq SH, Soeharso sudah membuat konsep pengawasan. Ia digantikan Mariana Sutadi Nasution, seorang Hakim Agung, yang pernah tidak lolos fit and proper test dalam pencalonan wakil ketua MA beberapa bulan lalu di DPR.

Tak pelak, mundurnya Soeharso secara mendadak tersebut mengandung banyak interpretasi. Sebab, selain tegas dan berani menindak para hakim nakal, Soeharso adalah satu-satunya hakim agung yang paling disegani di lingkungan MA. Tapi Wakil Ketua MA, Taufiq SH membantah mundurnya Soeharso karena ada tekanan dari orang-orang MA yang posisinya terancam. “Ndak betul itu. Ndak ada seperti itu,” ujar Taufiq kepada Tempo Senin (23/4).

Menurut Taufiq, Soeharso mundur atas pertimbangan istrinya. Alasannya, Soeharso mempunyai penyakit jantung yang baru selesai dioperasi sebulan yang lalu. Mengapa mundurnya tidak dari dulu? Menurut Taufiq sejak awal Soeharso menyatakan akan mundur. Keinginan tersebut dibicarakan dengan istrinya. “Setelah dipikir baru secara resmi beliau mundur seminggu lalu,” kata Taufiq.

Sebuah sumber Tempo menyebutkan, sebenarnya Soeharso menginginkan yang menggantikan dirinya adalah Iskandar Kamil, seorang Hakim Agung yang juga berasal dari kalangan militer. Namun dalam repat pleno yang dihadiri seluruh pimpinan dan hakim agung MA, Iskandar Kamil tidak bersedia dicalonkan. “Saya tidak tahu mengapa dia tidak bersedia,” kata Taufiq. Karena yang menjadi calon hanya Iskandar Kamil dan Mariana Sutadi Nasution, kemudian dalam rapat itu diputuskan, Mariana Sutadi Nasution yang menggantikan Soeharso.

Menurut salah seorang staf MA –yang tidak bersedia disebutkan namanya- selain karena penyakit jantung, Soeharso juga merasa akan memasuki masa pensiun setahun yang akan datang. Kabarnya, Kamis 26/4 ini Mariana Sutadi Nasution, akan langsung dilantik oleh Presiden. Namun Taufiq membantah pelantikan akan dilakukan Kamis ini. “Siapa yang bilang 26 April ini. SK (Surat Keputusan) nya saja belum turun,” bantahnya. (Adi Mawardi)