Aktivis Indonesia Anti Narkoba Raih Penghargaan PBB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), Veronica Colondam, mendapatkan penghargaan UN Vienna Civil Society Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia dipilih berkait dengan aktivitasnya dalam usaha pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang. Penghargaan itu diterima langsung Veronica di Wina, Austria, 5 Desember lalu lalu.

Humas YCAB Linda Panggabean kepada Tempo News Room mengatakan, sore ini (Sabtu, 08/12), Veronica akan tiba kembali di Bandara Sukarno-Hatta, Jakarta. Linda mengatakan, ini penghargaan tertinggi yang diberikan kepada pejuang dalam bidang kemanusiaan. Untuk mendapatkan penghargaan itu menghadapi seleksi ketat dan bersaing dengan ratusan peserta yang berasal dari seratus negara di seluruh dunia.

Veronica Colondam adalah pendiri dan pimpinan umum Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) yang selama dua tahun terakhir aktif memerangi narkoba. Beberapa program yayasan yang didukung oleh personil yang sebagian besar anak muda itu dianggap sebagai sebuah inovasi dalam upaya kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba (drugs prevention) yang menjadikan lembaga itu diperhatikan PBB.

Program-program itu antara lain, penyuluhan massal yang berbasis di sekolah-sekolah menengah. Saat ini mereka telah menjangkau sekitar 120 sekolah di wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali. Menurut Linda, program YCAB yang berbasis sekolah itu akan diterapkan juga oleh beberapa negara lain, seperti Mianmar dan negara Asean lainnya.

Mereka juga tengah melaksanakan strategi PBB dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan motto “turn on music and turn off drugs”. Cara yang dianggap akan menarik bagi kaum muda yang rentan jadi korban narkoba itu dilaksanakan YCAB dengan membentuk grup musik. Dengan band yang dinamai “Yada” itu mereka berkeliling ke sekolah-sekolah berkampanye sambil menggelar berbagai “workshop”.

Selain itu, mereka juga berkampanye dengan ribuan pamflet dan stiker yang dicetak, dan menjangkau ribuan orang, dengan menyebarkannya di jalan-jalan raya, pusat-pusat perbelanjaan dan mal-mal. “Bahkan kami juga berkampanye di kantor-kantor polisi dan markas tentara,” kata Linda Panggabean. (y. tomi aryanto)

  • Send
  • Print