Artis Lawak Pak Bendot Meninggal Dunia


TEMPO Interaktif, Jakarta:Saparbe atau lebih dikenal dengan nama Pak Bendot, artis lawak terkenal anggota grup lawak Srimulat, meninggal dunia, Minggu (23/12) pagi. “Dokter yang datang ke rumah menyatakan Bapak kena serangan jantung,” ujar Maria, keponakan Pak Bendot yang dihubungi Tempo News Room melalui saluran telepon, Minggu. Jenazah masih disemayamkan di rumah duka di kawasan Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur.

Maria mengatakan, sebelumnya Pak Bendot terjatuh di kamar mandi saat hendak buang air kecil. Adiknya, Bu Trimo, yang panik lantas histeris dan memanggil orang-orang untuk mengangkat pelawak itu ke kamar tidur. Dokter Glen dari Rumah Sakit Jakarta yang datang kemudian tidak sempat menolong salah satu pemain Ketropak Humor itu, karena Pak Bendot telah menghembuskan nafas yang terakhir.

Menurut Maria, sebelumnya tidak ada tanda-tanda Pak Bendot sakit. “Dia memang jarang mau ke rumah sakit,” tutur Maria. Artis yang sering memerankan jongos atau prajurit dalam lawakan Srimulat itu rencananya akan diberangkatkan ke Yogyakarta pukul 14.00 ini untuk dimakamkan di kampung halamannya. “Dia akan dimakamkan di Yogya, karena semua anak-anaknya kan ada di sana,” tutur Maria pelan.

Kabar meninggalnya Pak Bendot sempat diberitahukan pelawak Tarzan, anggota Srimulat lainnya, kepada wartawan ketika datang ke Rumah Sakit Pertamina untuk mendapatkan ambulance untuk membawa jenazah Pak Bendot ke Yogyakarta. Pada kesempatan itu Tarzan sekaligus akan menjenguk mantan Presiden Soeharto.

Tarsan mengatakan, sebelum meninggal, Pak Bendot masih sempat shooting paket ketoprak humor di salah satu televisi swasta. Pak Bendot, ujar Tarsan, memang sempat beberapa kali terkena stroke dan sempat dioperasi namun Tarsan tidak menyebutkan operasi apa.

Laki-laki kelahiran 20 Oktober 1925 ini meninggalkan seorang istri, Jariyah, 8 orang anak dan 17 cucu. (Yura Syahrul/Bagja Hidayat)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X