Ketua DPR Minta Kabinet Presiden Megawati Lebih Solid

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kabinet di bawah pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, terutama di tahun 2002 ini, diminta untuk lebih solid dan kompak. Ini menjadi peran Presiden untuk bisa mengkoordinasikan para pembantu-pembantunya tersebut. Ketua DPR Akbar Tanjung mengungkapkan hal itu kepada wartawan yang mencegatnya ketika baru saja sampai di Gedung DPR MPR Jakarta, Rabu (2/1).
Itu menyinggung adanya kesan terjadinya saling lempar ide abolisi bagi mantan Presiden Soeharto antara Presiden dan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra. Ia menekankan perlu ada informasi yang selalu datang dari satu sumber. “Kalau informasi datang dari berbagai sumber, akan terkesan pemerintah yang kurang solid, tidak kompak,” kata Akbar. Ia menilai, sejauh ini kabinet pemerintahan Megawati masih cukup solid. “Saya tidak melihat ada perbedaan yang prinsipil apalagi antara Ibu Presiden dengan Menteri Kehakiman,” kata dia.

Akbar juga mengungkapkan harapan-harapannya terhadap kinerja DPR di tahun 2002. Ia mengharapkan DPR dapat bekerja lebih baik, tidak saja untuk fungsi pengawasan, tetapi juga mengingat pekerjaan penyelesaian perundang-undangan yang masih banyak. Khusus mengenai penyelesaian undang-undang, Akbar mengharapkan adanya kerjasama lebih baik dengan pemerintah. (Zacharias Wuragil-Tempo News Room)