Kecelakaan Dua Pesawat TNI AU Akibat Bersenggolan di Udara

TEMPO Interaktif, Magetan:Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Iswahyudi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membatalkan rencana open day yang sedianya digelar Sabtu (30/3), menyusul kecelakaan dua pesawat tempur jenis Hawk MK-53 tadi pagi, yang menewaskan tiga perwira penerbang. Acara open day merupakan kegiatan rutin Lanud Iswahyudi untuk mempertontonkan atraksi di udara kepada masyarakat umum.
“Kecelakaan murni musibah. Dan, acara untuk Sabtu besok terpaksa dibatalkan,” ujar Marsekal Pertama TNI FX Djoko Poerwoko, Komandan Lanud Iswahyudi, kepada wartawan tadi sore. Ia menjelaskan kecelakaan terjadi ketika ketiga pesawat menuju satu titik tepat di atas Lanud Iswahyudi. Para penerbang senior TNI AU sedang membentuk formasi victory loop. “Pada saat turun itulah terjadi senggolan sayap pesawat dua dan tiga. Keduanya jatuh bersamaan dan menghujam ke tanah,” tutur Poerwoko tak menutupi duka.

Pesawat pertama dikendarai Komandan Skuadron 15 Lanud Iswahyudi, Letkol Penerbang Fahru Zaini, bersama Kapten Deni. Pesawat kedua dikendarai oleh Kapten Penerbang Andis Solihin dan Kapten Weko Nartomo. “Pesawat ketiga dikendarai Mayor Penerbang Syabudin N. Hutasuhut dan Kapten Penerbang Masrial,” ujar Poerwoko. Kecelakaan terjadi ketika

Kejadian itu berlangsung cepat. Korban Syahbudin, Andis dan Masrial tewas seketika. Hanya Weko yang sempat menggunakan kursi pelontar dan jatuh. Saat itu pula, korban dibawa ke rumah sakit namun tidak bisa diselamatkan. Tiga puluh menit kemudian menghembuskan nafas penghabisan.

Djoko Poerwoko menjelaskan lokasi kecelakaan terjadi di dekat Skuadron Teknik dan sempat melukai seorang pengawai negeri sipil honorer bernama Darkun dan Prajurit Satu Nurhasim. Keduanya kini menjalani perawatan intensif karena luka bakar. “Kondisi penerbang sebagian besar bisa dikenali,” tuturnya. Ia sempat menyampaikan rasa duka mendalam dari keluarga besar Lanud Iswahyudi terhadap para keluarga korban. Sedang upacara pelepasan jenasah dilakukan oleh KSAU Marsekal TNI Hanafi Asnan. (Dwijo Utomo Maksum – Tempo News Room)