indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

FPI Minta Dana ke Negara-negara Arab untuk Kirim Komite Pembebasan Al-Aqsa


TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah tokoh gerakan Islam garis keras, Senin (8/4) siang, mendeklarasikan berdirinya Komite Pembebasan Al-Aqsa. Deklarasi itu digelar di markas Front Pembela Islam (FPI), Jalan Petamburan No. 3, Jakarta. Tujuannya mempersatukan seluruh umat Islam untuk mengusir Israel dari Palestina. Program pertama komite ini adalah memberangkatkan seratus pasukan Mujahid ke Timur Tengah.
“Mulai Senin (8/4) ini, kami mulai mengirimkan proposal jihad ke kedubes negara-negara Arab di Jakarta. Kami butuh dana Rp 6, 45 miliar untuk mengirim seratus laskar jihad pertama,” kata Reza Pahlevi, Kepala Staf Personalia FPI yang dihubungi Tempo News Room via telepon, Senin (8/4) sore tadi.

Hadir dalam acara deklarasi Komite Pembebasan Al-Aqsa antara lain Panglima Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Panglima Laskar Jihad Jaffar Umar Thalib, Ketua Perhimpunan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Eggy Sudjana, Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga anggota DPR RI Ahmad Sumargono, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah (DDI) Hussein Umar, dan Ketua Gerakan Anti-Zionisme dan Anti-Israel (GAZA) Ferry Nur.

Selain bertekad mengusir Israel dari Palestina, Komite ini juga menyerukan semua umat Islam untuk mendaftarkan diri sebagai laskar Jihad. “Saat ini, kami sudah menerima 8 ribu formulir pendaftaran. Enam ribu diantaranya berasal dari Jakarta dan sekitarnya,” jelas Reza. Mulai Senin (8/4) ini, semua ormas Islam yang menandatangani deklarasi pembentukan Komite Pembebasan Al -Aqsa juga akan membuka pendaftaran mujahiddin ke Palestina di kantornya masing-masing.

Sedangkan dana Rp 6, 45 miliar yang dianggarkan untuk pengiriman setiap 100 pasukan Jihad, masih menurut Reza, akan dialokasikan antara lain untuk biaya pembuatan paspor, visa dan pembelian tiket pesawat terbang. Bagian terbesar dari dana itu akan dipergunakan untuk biaya latihan tempur dan pembelian senjata seperti AK-47.

“Untuk akomodasi di sana, kami hanya menganggarkan Rp 10 juta per orang,” jelas Reza lagi. Ketika ditanya berapa lama pasukan Jihad dari Indonesia akan berada di Palestina dengan biaya hanya Rp 10 juta, Reza terdiam sebentar sebelum menjawab, “Pokoknya begini, sekali kami berangkat, kami tidak berpikir untuk pulang.” (Wahyu Dhyatmika)