indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Peringatan Nasional 17 Agustus Berisi Panggung Rakyat


TEMPO Interaktif, Jakarta:Peringatan 57 tahun proklamasi secara nasional direncanakan agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain acara rutin, seperti pidato kenegaraan, upacara peringatan detik-detik proklamasi, dan resepsi kenegaraan, juga bakal ada rangkaian acara panggung rakyat. Acara dibuat berbeda, “Agar peringatan ini lebih dirasakan oleh rakyat,” kata Bambang Kesowo, Ketua Panitia Perhelatan Negara, usai bertemu Wakil Presiden Hamzah Haz, di kantornya, Selasa (13/8) siang.
Dijelaskan, usai acara seremonial rutin pada tanggal 17 Agustus, keesokan harinya akan diselenggarakan ‘Panggung Rakyat’ di Silang Monas. Setelah itu, pada tanggal 20 Agustus, giliran sekitar ruas Jl. Medan Merdeka Utara, tepatnya di depan Istana Negara, digelar wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Manteb Sudharsono dengan lakon Kresna Duta. Tak hanya itu, juga bakal ditampilkan rangkaian acara, “Gelar Budaya dan Pameran Persatuan Nasional’, selama 5 hari sejak 21 Agustus.

Suasana beda juga bakal ditampilkan dalam pelaksanaan acara seremonial 17 Agustus. Kali ini, acara akan melibatkan korps wanita dari TNI dan Polri. Meski begitu, atribut-atribut yang berbau TNI dan Polri tak akan diperlihatkan. Sementara, keberadaan para pelajar Indonesia yang tergabung dalam ‘Pasukan Pengibar Bendera Pusaka’ masih dipertahankan. Mengenai dihilangkannya atribut yang berbau TNI-Polri, ujar Kemal Munawar, Ketua I Kepanitiaan, “Supaya upacara itu tidak berbau militer.”

Mengenai pidato kenegaraan Presiden Megawati, Kesowo menyatakan tetap akan dibacakan pada 16 Agustus 2002. Pidato akan dibacakan di depan DPR, dan dimaksudkan sebagai pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2003.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Militer Mayjen TNI, TB Hasanudin --yang juga Ketua III Kepanitiaan, menyebutkan rangkaian peringatan proklamasi juga akan diwarnai dengan pemberian bintang penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa kepada negara. Dari 70 kandidat penerima bintang penghargaan tahun ini, hanya 9 orang yang berhasil menerima bintang penghargaan, baik Bintang Maha Putra, Bintang Jasa, maupun Bintang Budaya. Kali ini, Bintang Maha Putra akan diterima oleh Prof. Dr. Teuku Jacob; Bintang Jasa diberikan kepada 7 tokoh, seperti Dr. Sutiati, dan Umar Basalim; dan, Bintang Budaya akan diberikan kepada Amir Pasaribu.

Untuk rangkaian acara itu, Kesowo menyebut sumber dananya berasal dari APBN dan swadaya masyarakat. Cuma, saat ditanya jumlahnya, ia enggan menyebutkan. “Saya tak ingat,” kilah Kesowo, pendek. (Deddy Sinaga—Tempo News Room)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X