Fatwa Minta Presiden Cepat Balik, Lalu Urusi TKI
TEMPO Interaktif, Bandarlampung:Wakil Ketua DPR AM Fatwa menilai pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri sangat lamban dalam menangani kasus ribuan pekerja gelap Indonesia yang menumpuk di Nunukan, Kalimantan Timur. Malah, Fatwa menuduh presiden tidak mempunyai kepedulian lantaran memilih pergi beberapa hari untuk lawatan ke luar negeri. “Dulu Gus Dur begitu. Saat gempa bumi di Bengkulu, dia malah pergi ke luar negeri. Kebodohan pemerintah lalu, diulangi pemerintah sekarang,” kata Fatwa pada pers di Bandaralmpung, Senin (2/9) malam.
”Saya mengharapkan Presiden Megawati segera kembali setelah memberikan pidato basa-basinya di Konferensi Tingkat Tingggi Bumi di Johanesberg, Afrika Selatan. Tolong agenda jalan-jalannya ke negara-negara lain dibatalkan saja,” ujarnya.
Menurut Fatwa, pekerja ilegal Indonesia di Malaysia adalah persoalan sangat serius, melebihi masalah pengungsian. Ia menempatkan sebagai masalah kemanusiaan yang menyangkut martabat bangsa dan negara di hadapan negara lain, bahkan dimuka dunia internasional. “Boleh saja kita tidak setuju dengan keputusan Malaysia, termasuk hukum cambuknya yang sangata tak manusiawi. Tapi kita juga tidak bisa mengatur pemerintahan negara lain. Kita harus urus masalah di negara kita,” tuturnya.
Menurut dia, Megawati sebagai seorang nakhoda kapal yang bernama Indonesia tidak bisa meninggalkan rakyat di kapal yang sedang terancam tenggelam. “Pemimpin yang baik adalah bersama rakyatnya disaat kapal itu tenggelam, jangan tenang-tenang saja dan malah kabur keluar negeri,” kata politisi Partai Amanat Nasional itu. (Fadilasari – Tempo News Room)