Kapolri Ungkap Penyusupan Intel di Komisi I DPR

TEMPO Interaktif, Jakarta:Markas Besar Polisi diam-diam menyusupkan seorang perwira intelijen di sekretariat Komisi I DPR, yang membawahi masalah pertahanan, kepolisian dan luar negeri. Tak seorang pun angota dewan tahu. Operasi tersebut justru diungkap Kapolri Jenderal Pol. Da’i Bachtiar saat bertemu dengan kalangan anggota komisi tersebut di DPR, Selasa (3/9).
Nermula dari pertanyaan anggota Komisi I yang berusaha penyamaran polisi saat menangkap Ramli, tersangka pengeboman Graha Cijantung dan diduga terlibat sejumlah pengeboman di Jakarta. Kapolri menjelaskan, Mabes Polri menyusupkan seorang perwira reserse ke kompleks perumahan elite, tempat Ramli tinggal. Penyusupan itu sukses. Polisi berhasil menggulung Ramli di rumahnya di Cibinong, Bogor beberapa pekan lalu.

Penyusupan itu, jelas Kapolri, merupakan bagian dari kerja rahasia polisi. Tak hanya dalam kasus-kasus kriminal, instansi pemerintahan pun dipantau oleh polisi dengan menempatkan perwira reserse atau intelijen di bagian yang strategis. Saat paparan itu, tiba-tiba Da’i berucap, “Di sini juga ada!”

Sontak, semua angota Komisi I terperangah. Mereka tak percaya. Ada pula yang bertanya. “Siapa?” tanya seorang anggota dewan penasaran. Saat itu juga, Kapolri menunjuk langsung seseoang yang duduk di belakang, di jajaran petinggi Polri. Da’i tampak hafal orang itu. Ia langsung menuding.

Seketika seorang laki-laki berperawakan sedang, beraut wajah biasa, berdiri. Dia memperkenalkan nama sembari menyebut pangkat ajun komisaris besar atau setara letnan kolonel. Diantara anggota dewan masih juga tampak raut wajah tidak percaya. Masih dalam keteperangahan mereka, Kapolri pun bertanya, “Kamu di bagian apa?” Dengan sigap, tegas dan penuh hormat, perwira itu pun menjawab, “Siap! Di Sekretariat Komisi I.” Rupanya, selama ini laki-laki itu bertugas semacam liason officer.

Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong, juga anggota lain seperti Permadi dan Effendy Choifrie sontak melongo. Derai tawa yang sumbang terdengar dari barisan anggota komisi yang duduk di depan Da’i. Tak ada komentar apa pun dari anggota komisi dengan penempatan perwira intelijen itu. Adegan itu berlangsung cepat. Setelah itu, Kapolri melanjutkan paparannya. (Dewi Retno – Tempo News Room)