Indonesia Cermati Laporan Intelijen CIA tentang Omar Al-Faruq


TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia tengah bekerja secara cermat dan serius terhadap informasi yang diberikan negara sahabat, termasuk Amerika Serikat, mengenai pengakuan Omar Al-Faruq kepada CIA yang merencanakan membunuh Megawati --yang saat itu menjadi calon presiden. Pernyataan itu diungkap Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Susilo Bambang Yudhoyono, kepada wartawan, di hotel Borobudur, Selasa (17/9).

Yudhoyono menjelaskan masalah itu, saat wartawan mengkonfirmasi adanya laporan intelegen CIA yang diperoleh majalah Time dari pengakuan Omar Al-Faruq, tersangka teroris yang mengaku wakil tertinggi jaringan Al-Qaidah di Asia Tenggara. Omar Al-Faruq, seperti ditulis majalah itu, mengaku merencanakan membunuh Megawati Soekarnoputri pada pertengahan 1999, saat ia masih menjadi calon presiden.

Selain itu, juga disebutkan, Al-Faruq membantu Agus Dwikarna untuk membentuk Laskar Jundullah, kelompok militan yang yang disiapkan untuk mendirikan negara Islam. Ia juga merencanakan untuk meledakkan gereja di 18 kota di Indonesia. Aksi itu terwujud pada tahun 2000.

“Tentu, sebuah informasi intelijen ketika masuk dalam sistem di Indonesia akan diproses dengan mekanisme yang berlaku di sini, yang melibatkan jajaran intelijen, kepolisian, dan unsur-unsur lainnya, seperti Imigrasi, untuk mengambil posisi yang tepat,” papar Yudhoyono

Yang jelas, lanjut dia, Indonesia menjadi bagian dari masyarakat internasional untuk memerangi terorisme. Dalam hal ini, pemerintah akan melakukan sesuatu, apabila secara hukum terbukti sah ada pihak-pihak yang mengacaukan keamanan di Indonesia, baik itu orang asing maupun orang Indonesia sendiri. “Semua akan dilakukan langkah hukum, setelah kita yakini dan kita pastikan bahwa (informasi) intelijen itu mengandungi kebenaran, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Ditanya mengenai ada atau tidaknya operator Al Qaidah di Indonesia, Yudhoyono akan memberikan jawabannya setelah investigasi selesai dilakukan. Dalam hal ini, pemerintah tidak akan terlalu dini memberikan statemen sebelum ada bukti-bukti yang sah.

Pada kesempatan itu, Yudhoyono juga membenarkan bahwa aparat intelijen bersama telah melakukan penangkapan terhadap Omar Al-Faruq. Namun, dia enggan merinci kapan dan dimana operasi penangkapan dilakukan. “Itu operasi keamanan, secara teknis, saya tak dalam posisi untuk menjawab,” kilahnya. (Bernarda Rurit—Tempo News Room)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X