Warga Akui Temukan Emas Batangan Bergambar Soekarno


TEMPO Interaktif, Palembang:Polda Sumatera Selatan masih mencari seorang nelayan yang kabarnya menemukan 12 batangan emas bergambar mantan presiden Soekarno. “Repotnya, sampai sekarang nelayan itu menghilang,” ujar Juru Bicara Polda Sumatra Selatan Komisaris Polisi Arum Priyono, Jumat (17/1).

Menurut Arum, bibi dari nelayan tersebut mengaku kalau keponakannya sedang melaut. Bibi nelayan itu menjelaskan emas batangan telah diserahkan kepada anggota Satuan Polisi (Satpol) Airud unit Sungailiat. “Anehnya dia tidak tahu siapa nama polisi itu, kok dikasihkan begitu saja,” kata Arum. Kapolsek Sungailiat Bramono berjanji akan melindungi keselamatan jiwa warga yang memberi keterangan kepada polisi soal penemuan emas batangan tersebut.

Kabar penemuan 12 emas batangan bergambar Soekarno yang berkopiah memang membuat heboh warga Sungaliat, Sumatera Selatan. Informasi itu meruyak setelah warga menyaksikan benda tersebut terjatuh dari saku Boni yang berniat menitipkan ke M. Dollar, Kepala Lingkungan Nelayan II Sungaliat.

“Saya dititipkan untuk mencari pembelinya. Karena saya takut saya lapor saja. Pak Dollar minta barang tadi disimpan saja, lalu saya kembalikan,” kata Boni Kamis (16/1) malam. Diakuinya, barang itu milik Jose yang memintanya menjual dengan harga Rp 2 juta. Jose sendiri memperoleh benda itu dari mertuanya. “Kata Jose, kalau sudah cair, masih ada sebelas batang lagi,” ujar Boni yang mendengar 11 emas batangan lainnya sudah diambil seseorang.

Boni menjelaskan sudah beberapa hari menyimpan benda yang diperkirakan seberat 0,7 sampai 1 kilogram, sebelum diserahkan ke Dollar. “Memang ada gambar Soekarno dengan pecinya, tulisan GOLD, dan tulisan 24 K,” katanya. Batangan warna kuning keemasan itu berukuran 7 x 4 x 1,8 sentimeter. Di salah satu sudut balok sebelah kiri tepatnya di bawah gambar Soekarno, terdapat bekas potongan dengan gergaji.

Informasi yang diperoleh Boni, batangan emas itu ditemukan di bekas galian tambang inkonvensional di Bangka. Dia membantah kalau benda itu pernah ditawarkannya ke toko emas di Pasar Sungailiat. “Saya takut keselamatan terganggu saat membawa barang itu,” akunya. (Arif Ardiansyah—Tempo News Room)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X