Anak Abu Jihad Yakin Ayahnya Diculik Oknum Polisi

TEMPO Interaktif, Jakarta:Empat orang yang diduga menjadi pelaku penculik Tengku Fauzi Hasbi Geudong diperiksa Polda Ambon. Demikian dikatakan Teungku Lamkurana Putra, putra ketiga Fauzi Hasbi kepada Tempo News Room, Kamis (3/4) malam. “Beberapa oknum polisi yang dicurigai terlibat dalam kasus ini, sedang diperiksa di Polda Ambon. Informasi terakhir yang kami dengar, sudah empat orang ditahan untuk proses penyidikan,” kata Lamkurana menyampaikan keterangan yang dia peroleh dari polisi.
Nama Tengku Fauzi Hasbi atau dikenal dengan sebutan Abu Jihad sempat mencuat ke permukaan setelah International Crisis Group (ICG) mengkaitkan dirinya dengan organisasi Jemaah Islamiyah. Laporan ICG juga menyebut kedekatan Hasbi dengan juru bicara Markas Besat TNI Mayor Jenderal Sjafrie Syamsoedin.

Menurut Lamkurana, ayah berangkat dari Jakarta menuju Ambon pada 21 Februari 2003 bersama Edi Putra dan Ahmad Saridu. Dua hari kemudian Abu Jihad menelpon Elvi Zahara, istrinya dan mengabarkan kalau dirinya menginap di Hotel Nisma, Ambon dan dalam kondisi sehat..

Di ujung telepon, Abu cerita bahwa di luar hotel banyak terlihat polisi. Elvi yang merasa khawatir, meminta suaminya segera pulang ke rumah. Namun Abu menolak. “Bapak bilang, saya tunggu 3 hari lagi. Kalau 3 hari, barang sudah ada, saya pulang,” kata Elvi menirukan ucapan suaminya. Namun setelah hari itu, baik Elvi maupun anak-anaknya, tidak ada yang berhasil menghubungi Abu Jihad.

Lima hari kemudian, Lamkurana berhasil menghubungi salah satu nomor telepon genggam milik ayahnya. Orang yang menjawab telepon mengaku bernama Ahmad Saridu dan berada di Surabaya bersama Abu Jihad. Orang tadi mengabarkan kalau ayahnya sedang jatuh sakit dan minta uang Rp 25 juta untuk biaya pengobatan. Uang itu juga akan digunakan untuk menebus Edi Putra, yang katanya, sedang diperas polisi di Ujung Pandang. “Tapi saya yakin itu bukan suara Ahmad Saridu,” kata Lamkurana.

Atas permintaan orang ditelepon tadi, tiga hari kemudian, Lamkurana mentransfer uang melalui ATM ke rekening milik Edi Putra sebesar Rp 1 juta. Anehnya, ketika dihubungi lagi, orang itu marah-marah dan mengancam akan menghabisi Abu Jihad. Dari sinilah Lamkurana merasa yakin bahwa ayahnya telah diculik.

Semula keluarga Abu Jihad menduga ada unsur politis dalam kasus penculikan tadi. Namun setelah 1 bulan melakukan investigasi, mereka menduga kasus itu sebagai tindak kriminal. Apalagi, pelaku meminta uang kepada keluarga Edi Putra dan Ahmad Saridu. “Karena itu kami melaporkan kasus ini ke polisi,” kata dia.

Beberapa temuan yang mereka peroleh dari kenalan menyebutkan, Abu Jihad ditangkap oleh 4 orang yang mengaku sebagai polisi. Informasi ini diperkuat keterangan salah satu karyawan Hotel Nisma. Karyawan itu mengatakan, sekitar pukul 16.00 WIT, ada 4 orang polisi datang ke hotel. Salah satu diantaranya yang bernama Syarif menunjukan kartu keanggotaanya sebagai polisi. Abu dibawa secara baik-baik dan tidak terjadi tindak kekerasan. (Suseno – Tempo News Room)