Bukopin Bantah Berikan Kredit Untuk Beli Sukhoi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Yang benar, Bukopin menyediakan 30 komoditi yang akan ditukarkan dengan peralatan perang lewat Bulog.
Direktur Utama Bank Bukopin Sofyan Basir mengungkapkan bahwa pihaknya tidak berencana mengeluarkan dana kredit untuk pembelian dua pesawat Sukhoi dan dua helikopter Rusia, seperti yang diberitakan media massa. Kredit yang akan dikeluarkan oleh Bukopin adalah kredit pembiayaan modal kerja bagi pengusaha dalam negeri yang terlibat dalam menyediakan sekitar 30 komoditi yang akan ditukarkan dengan peralatan perang Rusia itu lewat Badan Urusan Logistik (Bulog).
"Kami tidak ada kaitan dengan kredit (pesawat tempur) Sukhoi. Sedangkan untuk membayar Sukhoi, itu dana dari pemerintah bukan Bank Bukopin," tegas Sofyan Basir kepada wartawan usai paparan publik penawaran tiga seri obligasi senilai Rp600 miliar di Hotel JW Marriot, Jakarta Senin (16/6).
Sofyan menjelaskan bahwa praktek tukar barang yang terjadi antara pemerintah dan Rusia membutuhkan peranan bank. Oleh karena itu, ia mengaku bersyukur bahwa bank yang dipimpinnya mendapatkan peran itu, yang menguntungkan secara ekonomis. "Ini kredit komersial. Semua bank menginginkannya," tandas dia. Kredit kerja yang akan dikucurkan, kata dia, sebesar Rp400 miliar.
Imbal jual ini, lanjut Sofyan, akan berlangsung selama 18 bulan untuk pembelian pesawat senilai Rp1,7 triliun itu. Bulog, lanjut dia, berperan sebagai trading company (perusahaan jual beli) di Indonesia. Tiap tiga bulan, lanjut dia, pemerintah Rusia akan mengirimkan daftar komoditi yang dibutuhkannya, misalnya gula atau garmen. Bulog lalu mencari pedagang domestik yang bisa menyuplai kebutuhan itu. Peran Bukopin, lanjut dia, adalah untuk memberikan kredit kerja kepada pengusaha itu. "Bunganya sekitar 18 persen," katanya.
Setelah barang diperoleh, kata Sofyan, maka Bulog mengirimkannya ke Rusia. Sedangkan pemerintah, lanjut dia, bertugas untuk menjamin kredit yang telah dikucurkan Bukopin. "Resikonya nol karena negara yang menjamin. Kita dikasih bisnis dan resikonya dijamin pemerintah," kata dia mengungkapkan keuntungan bisnis ini.
Selain memperoleh keuntungan dari kredit komersial yang dikucurkan, jelas Sofyan, Bukopin juga memperoleh pemasukan dari provisi letter of credit yang diterbitkan untuk pemasokan barang ke Rusia ini. Keuntungan lainnya, "Kita dapat nama baik karena melakukan bisnis internasional (terlibat dalam pembiayaan kerja imbal beli Sukhoi)," kata dia.
Alasan penunjukan Bukopin sebagai bank pembiayaan modal kerja ini, lanjut Sofyan, adalah karena telah berpengalaman dalam menangani pengadaan beras, dan gula selama bertahun-tahun. Selain itu, Bukopin juga memiliki bank koresponden di luar negeri. Juga dengan nada bangga, ia mengatakan,"Kami satu-satunya bank yang sudah selesai program rekapitalisasi," katanya.k
Sofyan menilai, ini bisa mengubah citra Bukopin selama ini yang dikenal masyarakat ''hanya'' sebagai bank yang membiayai Koperasi Unit Desa. Padahal, lanjut dia, bank yang dipimpinnya banyak memberikan kredit kepada sejumlah universitas ternama di Jakarta, dan juga kreditor utama untuk sejumlah perusahaan taksi ibukota.
Sofyan menduga citra ini bisa muncul lebih karena,"Bank Bukopin belum diperkenalkan." Saat ini, lanjut dia, Bukopin memiliki 7.500 Anjungan Tunai Mandiri. "Terbanyak di Indonesia," kata dia. "Dengan sistem teknologi real time online." Menurut prospektus yang dibagikan, perusahaan saat ini memiliki 3000 karyawan dengan 30 kantor cabang di 20 provinsi.
(Budi Riza--Tempo News Room)





