indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pertempuran Sengit di Aceh Utara, 10 GAM Tewas


TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Pertempuran sengit antara TNI dan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) kembali terjadi pada Kamis (19/6) pagi di Desa Matang Cut, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara – sekitar 40 kilometer arah timur kota Lhokseumawe. Informasi kejadian tersebut pertama kali diperoleh dari Juru Bicara Komando Operasi TNI, Letkol CAH Ahmad Yani Basuki yang memberikan informasi rutin di Media Center sekitar pukul 09.00 WIB.

“Pada pukul 06.45 wib tadi pasukan kita menyergap kawasan tersebut, delapan anggota GAM tewas. Barang bukti yang berhasil disita delapan pucuk senjata yang terdiri atas enam pucuk jenis AK, 1 M-16 dan 1 SS-1,” katanya. Selain itu, katanya TNI juga mendapati lebih dari 500 butir amunisi AK dan lebih 400 butir amunisi M16 dan SS1 serta sejumlah dokumen pakaian loreng, baret warna hijau, merah, hitam serta sepatu PDL militer.

Berbekal informasi dari Koops TNI, sejumlah wartawan kemudian mencoba masuk ke lokasi pertempuran. Tempo News Room yang turut serta ke Desa Matang Cut menemukan dua belasan personel TNI dengan pakaian berbalut lumpur yang baru selesai melakukan penyergapan. Mereka berada di dekat rumah warga, tepat di pingir jalan raya. Namun lokasi pertempuran berada sekitar 1.5 kilometer ke dalam perkampungan yang dikelilingi tambak kosong.

Penyergapan ke kawasan yang disebutkan sebagai tempat tinggal Gubernur GAM Wilayah Pase, Said Adnan dimulai sejak dini hari setelah sehari sebelumnya anggota intelijen TNI mendapat laporan dari warga desa ada sekelompok GAM yang akan melintas di kawasan itu. Pasukan, kata Kapten Fajar tiba di Desa Matang Cut dengan mobil sekitar pukul 01.00 wib. Dari ujung desa, pasukan berjalan kaki ke titik sasaran dengan jalan memutar untuk mengepung. “Pukul enam pasukan sudah berada di lokasi,” katanya.

Juru Bicara Koops TNI, Letkol CAH Ahmad Yani Basuki mengatakan, dua nggotanya tewas. Korban diketahui bernama Serda Budiyanto dan Prada Suwarno dari Yonif 408. Sementara anggota GAM yang tewas belum diketahui identitasnya. Pada Kamis siang, kedua korban telah diterbangkan melalui Medan untuk diberangkan ke kampung halamannya. Serda Budi akan diterbangkan ke Blora sedangkan Prada Suwarno ke Klaten, Jawa Tengah.

(Zainal Bakri --- Tempo News Room)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X