Capital Flight Dalam Enam Tahun US$ 50 Miliar
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pelarian modal menunjukkan rendahnya minat berinvestasi di Indonesia
Pelarian modal ke luar negeri (capital flight) sejak 1997 lalu sudah mencapai angka US$50 Miliar. Fakta ini, menurut Direktur Institute for Development of Economic & Finance (INDEF), Iman Sugema, menunjukkan masih rendahnya daya tarik investasi Indonesia di mata investor. “Indonesia kurang kompetitif untuk menjaring investor,” katanya dalam seminar ekonomi di Habibie Center, Jakarta (9/7) sore.
Bila dibandingkan dengan total Gross National Poduct (GDP), nilai investasi saat ini hanya mencapai 20 persen. Padahal, kata Iman, sebelum krisis moneter, berada pada level 32-33 persen. Keengganan berinvestasi juga tampak dari banyaknya dana yang disimpan sebagai tabungan dibandingkan dana yang diinvestasikan.
Iman menambahkan, pemindahan modal ke luar negeri – selain disebabkan buruknya iklim investasi – juga didorong oleh kebijakan capital account yang dianut Indonesia. “Sejak tahun 1970-an, Indonesia paling liberal dalam capital account,” ujarnya. Hal ini menyebabkan mudahnya aliran dana ke luar negeri tanpa pengawasan pihak otoritas keuangan. Jadi, lanjut Iman, bisa jadi uang yang mengalir ke luar negeri itu adalah uang negara atau uang hasil korupsi.
(Adek-TNR)





