Harga Plywood Masih di Kisaran 300 Dollar


TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Badan Revitalisasi Industri Kehutanan (BRIK) Suwarni menegaskan, harga kayu lapis di pasar dunia masih berkisar US$ 300, bukan US$ 230 sebagaimana diberitakan banyak media.



Menurut Suwarni, mungkin saja harga tersebut memag turun,”Tetapi tidak sampai US$ 230,” katanya kepada Tempo News Room ketika dihubungi Rabu (10/9) sore.

Ia menjelaskan turunnya harga plywood diakibatkan semakin banyaknya penebangan dan penjualan kayu ilegal hinga membanjiri pasar. Suwarni menconhohkan Cina dan Malaysia yang menjual plywood yang persis sama dengan milik Indonesia, karena emndapat pasokan kayu dari sini.

Kayu-kayu tersebut masuk ke dua negara tersebut dengan cara diselundupkan. Dengan demikian, para penyelundup tersebut sangat merugikan Negara karena mereka tidak membayar Dana Reboisasi Profesi Sumber Daya Hutan (DRPSDH) sebesar Rp 250 ribu per m3. kerugian tersebut akan menjadi lebih besar manakala kayu selundupan tersebut berwujud plywood yang diharuskan membayar dana reboisasi sebesar Rp 500 ribu per m3. Karena itu, bagi Suwarni, satu-satunya cara untuk meningkatkan harga jual plywood adalah memberantas ilegal logging dan ilegal trading.

poernomo g ridho/TNR

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X