Tahun 2005 Indonesia Targetkan Bebas Timbal

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, menargetkan pada 2005 mendatang udara Indonesia bebas polusi timbal.




Salah satu cara untuk mewujudkan hal itu, menurut Poernomo, adalah dengan membangun Proyek Langit Biru Kilang Unit Produksi (UP) IV Cilacap oleh Pertamina, sebuah proyek yang menjadi bagian dari 14 proyek senilai Rp 18 triliun yang akan diresmikan Presiden Megawati pada Senin (15/9) yang akan datang.

Menurut Purnomo, upaya mengurangi polusi timbal telah dimulai sejak dikeluarkannya SK Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1585 K/32/32/ MPE/1999 tentang premium dan premix yang tidak mengandung timbal. "Jakarta, pada 2001 dijadikan daerah pertama yang dibersihkan dari timbal, tahun berikutnya giliran kawasan pantai utara Jawa,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/9).

Timbal (Pb) adalah unsur yang dicampurkan ke dalam bensin (Premix dan Premium) untuk meningkatkan bilangan oktan. Namun ternyata zat ini kemudian diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan. Misalnya, menurunkan tingkat kecerdasan anak (IQ) secara signifikan. Bila dalam darah anak berusia 5-10 tahun ditemukan kadar timbal 0,30 ppm (per sejuta bagian), dapat menyebabkan gerakan otot berlebihan yang berujung turunnya tingkat kecerdasan. Setiap kenaikan kadar timbal dalam darah sebesar 10 mikrogram bisa menurunkan IQ 2,5 poin.

Timbal sebenarnya dapat diganti dengan zat lain yang tidak berbahaya dan tetap bisa meningkatkan nilai oktan bensin. Karena itu di banyak negara, terutama negara maju, timbal dalam bensin telah dihapuskan.

adek/TNR