Permohonan Sita Jaminan Nasabah PT Probest Dikabulkan


TEMPO Interaktif, Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan permohonan sita jaminan terhadap aset milik PT Probest Indonesia yang diajukan Tim 16, mitra bisnis PT Probest selaku penggugat.

Selain itu, Majelis Hakim yang diketuai Andriani Nurdin juga mengabulkan permohonan untuk memblokir seluruh rekening atas nama PT Probest yang tersebar di sejumlah bank. Demikian keputusan itu dibacakan Majelis Hakim seusai pembacaan putusan sela yang menolak eksepsi PT Probest selaku tergugat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (1/10).

Berdasarkan permohonan Tergugat, yang terdiri dari 1.742 mitra bisnis Probest yang merasa dirugikan, aset yang disita yaitu tanah beserta bangunan milik PT Probes yang terletak di Jalan Gunung Sahari 25 Jakarta Pusat. Termasuk seluruh harta bergerak yang terdapat didalam gedung itu, kata Andriani.

Menurut Andriani, mereka mengabulkan permohonan itu karena secara hukum cukup beralasan. Selain penyitaan terhadap harta bergerak dan tidak bergerak milik PT Probest, Majelis Hakim menyetujui permintaan untuk memblokir sejumlah rekening atas nama PT Probest, baik rekening dalam bentuk dolar Amerika Serikat maupun rupiah yang disimpan di Bank Internasional Indonesia, Bank Central Asia, dan Bank Danamon.

Keputusan ini kembali disambut suka cita oleh para penggugat yang tergabung dalam Tim 16 itu. Reaksi berbeda diperlihatkan ratusan mitra bisnis PT Probest yang justru mendukung kelangsungan PT Probest.

Para mitra bisnis PT Probest yang tergabung dalam System Support Probest (SS Probest) ini selama sidang berlangsung menunggu di luar ruangan. Mereka juga membentangkan spanduk putih sepanjang sekitar 10 meter bertuliskan dukungan kepada PT Probest.

Kuasa hukum PT Probest, Anmeddy Darwin, mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan untuk melakukan perlawanan. Kami akan segera melakukannya dalam waktu dekat ini, katanya. Ia menyesalkan dikabulkannya sita jaminan tersebut. Menurutnya keputusan itu keluar karena Majelis Hakim belum memeriksa pokok perkaranya.

Salah seorang pendukung PT Probest, Mirdawati, juga mengemukakan hal yang sama. Bersama rekan-rekannya yang berjumlah sekitar 200 orang, yang menurutnya perwakilan dari seluruh Indonesia, ia secara tegas menolak sita jaminan.

Sita jaminan itu tidak benar. Gedung itu bukan milik perorangan, tapi milik bersama, kami juga punya hak, kata Mirdawati kepada Tempo News Room seusai sidang.

Apalagi, menurut Mirdawati, bila dibandingkan antara jumlah mitra bisnis yang menggugat dengan yang tidak, lebih banyak yang mendukung kelangsungan PT Probest. Saat ini saja, menurut dia, mitra bisnis PT Probest yang tergabung dalam SS Probest jumlahnya mencapai 17. 512 orang. Bahkan sudah ada 156 orang yang dulu terasuk dalam tim 16 yang akhirnya bergabung ke SS Probest, katanya.

Nunuy Nurhayati - Tempo News Room

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X