Tidak Semua Gerakan Islam Negatif

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tidak semua gerakan Islam negatif. Termasuk peristiwa Lampung 1989 lalu, yang akhirnya disikapi keras karena dianggap menentang pemerintahan di bawah kepemimpinan Soeharto. Hal ini disampaikan Abdul Syukur saat peluncuran bukunya, Gerakan Usroh di Indonesia: Peristiwa Lampung 1989 di Jakarta Media Centre, Kamis (2/10).

Menurut Syukur, peristiwa Lampung dianggap mengancam pemerintahan waktu itu karena ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. "Padahal yang diajarkan di Lampung adalah ajaran Islam seperti mewajibkan perempuan untuk memakai jilbab," ujarnya.

Hal-hal yang salah kaprah inilah yang terus terasa hingga sekarang. Syakur menilai, banyak orang masih mengaitkan peristiwa pengeboma-pengeboman di Indonesia dengan peristiwa Lampung. Termasuk bom yang meledak di Hotel J.W. Marriott, 5 Agustus lalu.

Hal senada dikatakan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir SH. Dia menilai, peristiwa Lampung itu merupakan puncak perbentuaran politik antara beberapa komunitas Islam melawan rezim Orde Baru.

Dhian N. Utami - Tempo News Room