Tim Arkeologi Temukan Lintasan Manusia Purba di Lombok

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim peneliti Pusat Arkeologi Nasional telah menemukan lintasan perjalanan migrasi manusia purba di Lombok. Temuan itu merupakan hasil penelitian selama sepekan, 18-24 Oktober 2003, di Desa Pelambik Selatan, Lombok Tengah, dan Desa Sembalun Utara, Lombok Timur.

Kepala Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat Joko Prayitno, Sabtu siang (1/11) menjelaskan, sampai kedalaman dua meter masih ada bukti-bukti peralatan berusia ribuan tahun yang ditemukan selama penelitian. Padahal, sebelumnya Lombok dinyatakan bukan lintasan mereka.

”Sekarang sedang diusulkan adanya eskavasi dari lokasi, semua fosil yang didapat di sana,” ujar Joko. Menurut dia, yang akan melakukan eskavasi (penggalian arkeologis) adalah tim gabungan Pusat Arkeologi Nasional dan Balai Arkeologi Denpasar.

Tim arkeologi nasional dipimpin Jatmiko beranggotakan tiga orang ahli paleolitik, geologi, paleontologi, yakni Thomas Sutikno, E. Wahyu Saptomo, dan Romania Lumban Gaul. Penelitian ini adalah lanjutan dari survei untuk memperjelas temuan yang pernah dilakukan RP Soejono pada 1987. Soejono menemukan alat peradaban masa lampau (paleolitic), di antaranya berupa kapak dari batu yang digunakan untuk memotong hewan dan bercocok tanam, serta beberapa fosil kayu yang telah membatu dan singkapan geologi tua.

Dengan adanya temuan peralatan itu, kini tim arkeologi akan mencari fosil binatang dan tengkorak manusia. Temuan itu dapat melengkapi daya tarik kepariwisataan Lombok. Wisatawan minat khusus, sebagian di antaranya arkologis dari Perancis, bakal menjadikan Lombok sebagai daerah tujuan wisatanya. Ini setelah dipastikan temuan Lombok adalah lintasan migrasi manusia purba pada masa lampau. Saat ini, Gilimanuk Bali telah menjadi obyek para ahli dari Perancis tersebut. “Adanya temuan tersebut menjadi daya tarik sendiri wisata minat khusus dunia,” kata Joko. (Supriyantho Khafid)