TNI: GAM Masih Manfaatkan Pelajar Sebagai Informan


TEMPO Interaktif, Lhokseumawe: Pasukan TNI kembali menemukan adanya pelajar SMU di Nanggroe Aceh Darussalam yang direkrut kelompok Gerakan Aceh Merdeka sebagai 'cantoi' (informan). Mereka berusia antara 16 dan 17 tahun.

Markas Komando Operasi TNI di Aceh yang berpusat di Lhokseumawe mengumumkan, penangkapan terhadap mereka terjadi Oktober lalu. Namun setelah diperiksa intensif oleh pasukan dan Polisi Militer, terbukti dua siswa SMU 2 Indra Jaya, Kabupaten Pidie, itu belum sempat bergabung.

"Keduanya terbukti berusaha melawan dan tidak mau bergabung. Perlawanan itu ditunjukkan dengan melapor adanya ancaman terhadap mereka ke kepala sekolah," kata Letkol CAJ Ahmad Yani Basuki, Juru Bicara Koops TNI di Lhokseumawe, Kamis (6/11). Kedua siswa itu diminta untuk jadi informan, dengan ancaman.

Panglima Komando Operasi TNI, Mayjen Bambang Darmono telah memerintahkan agar kedua pelajar dikembalikan kepada keluarganya. Bambang berang dengan tindakan GAM yang terus menerus menyeret anak-anak secara paksa untuk menjadi informan. "Ini realita. Dan ini bukan yang pertama mereka (GAM) melakukan hal seperti ini," katanya.

Letkol Yani menambahkan, sejak darurat militer diberlakukan, TNI telah menahan sekitar 7 pelajar SMU yang telah dimanfaatkan GAM sebagai tenaga mata-mata dan beberapa di antaranya diberi fasilitas radio handy talki (HT). "Tapi sejauh ini belum ditemukan ada yang sampai memegang senjata," tambahnya.

Zainal Bakri - Tempo News Room

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X