Pasangan Penipu 7.000 Warga Ditahan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasangan suami istri, Lydia (36 tahun) dan Suyudi (40 tahun), yang melarikan uang nasabahnya sebesar Rp 1,3 miliar, saat ini (21/11) mendekam dalam ruangan dingin tahanan Kepolisian Sektor (Polsek) Ciputat.
Pasangan ini menyerahkan diri pada hari Kamis (20/11) pukul 15.00 WIB setelah media massa ramai memberitakan tentang kaburnya mereka berdua. Lydia dan Suyudi mengumpulkan Rp 1,3 miliar dari sekitar 7.000 orang anggota mereka yang tersebar di seluruh Jabotabek.
Sebelumnya, Lydia menjalankan usaha sejenis multi level marketing (MLM). Usahanya ini diberi nama “Paket Lebaran Ibu Lydia”. Setiap orang dapat mengambil sejumlah barang mulai dari biskuit, minuman ringan, berbagai jenis sembako, bahan pembuat kue sampai daging dan ikan asin. Barang-barang tersebut bisa diambil pada minggu keempat bulan Ramadhan.
Pengambilan hanya dapat dilakukan bila anggota menyetorkan sejumlah uang sesuai dengan jenis barang yang akan diambil. Bila seorang anggota hanya mengambil Astor satu toples besar maka ia harus membayar sebesar Rp 400 setiap minggu. Sedangkan jika mau mengambil daging sapi 1 kilogram anggota harus membayar sebesar Rp 1.100 setiap minggu. Masa pembayaran berlangsung selama 45 minggu.
Untuk melancarkan usahanya, Lydia merekrut sekitar 99 orang koordinator. Tugas mereka mencari anggota baru, mengatur, dan menyetorkan uang anggota ke Lydia. Selain mendapat hadiah berupa barang, mereka akan mendapat uang transpor dan bagi hasil usaha dengan Lidya.
Menurut salah seorang koordinator yang ditemui Temo News Room hari ini (21/11), Ny. Dady, ia pernah mendapat uang sebesar Rp 600 ribu dari usahanya mengumpulkan anggota. Ia mengaku jumlah ini akan terus bertambah sesuai jumlah uang yang berhasil disetor ke Lydia.
Tidak hanya koordinator, Lydia juga memberikan hadiah kepada anggota/peserta. Setiap orang yang menyetor uang sebesar Rp 25.100 ke atas, mereka akan diberi hadiah berupa mukena dan sajadah. Tetapi jika mereka tidak menyetor selama tujuh minggu sampai dengan 15 minggu berturut-turut, maka dianggap batal. Mereka tidak bisa memperoleh paket Lebaran.
Usaha ini telah berjalan selama lima tahun. Menurut beberapa anggota dan koordinator yang ditemui, Lydia selalu tepat waktu memberikan paketnya. Ia pun juga memperlihatkan secara transparan perhitungan maupun keuntungan-keuntungan yang mereka peroleh. Jika mendapat keuntugan besar, Lydia juga tidak segan-segan menyumbangkan keuntungan tersebut ke kaum duafa dan juga masjid-masjid.
Namun sejak Senin (17/11), beberapa koordinator dan anggota kehilangan kontak dengan Lydia. Beberapa orang koordinator mengaku kesal karena ia sudah diuber-uber anggota untuk mengambil paket Lebaran. Tetapi Lydia dan suaminya yang bekerja di Bank Mandiri tidak bisa ditemui.
Menurut Ny. Dady, pada Senin (17/11) Lydia mengajak dua orang koordinator ke pasar Parung untuk membeli ikan asin sebesar 45 juta. Namun sebelum selesai transaksi, Lydia meminjam uang ke pedagang ikan asin sebesar Rp 50 ribu yang katanya untuk bayar taksi ke Bank BCA. Ia akan mengambil sejumlah uang untuk pembayaran ikan asin.
Namun sampai siang, Lydia tak kunjung datang. Kedua orang koordinator tersebut langsung mencari ke rumahnya di Jalan Elang 4/36 Rt 4/1 Kampung Sawah Ciputat. Namun di tempat itu, Lydia juga tidak ada. Ternyata tidak hanya Lydia yang tidak bisa ditemui, suaminya pun ikut menghilang bersamanya.
Mereka menghilang sampai Kamis (20/11). Orang-orang yang tidak sabar mendapatkan paket sembako langsung berdatangan memenuhi rumah Lydia. Namun di rumah itu, mereka hanya menemukan seorang bayi dan nenek yang mengasuhnya. Menurut saksi mata, hampir semua barang berharga seperti kulkas, televisi dan lain-lain yang ada di rumah Lydia diangkut oleh beberapa orang koordinator yang marah dengan kaburnya pasangan tersebut.
Untuk mencegah terjadinya amuk massa, polisi langsung mengamankan anak Lydia dan neneknya ke Polsek Ciputat. Selain untuk pengamanan, polisi melakukan tindakan ini untuk memancing Lydia agar segera menyerahkan diri.
Ternyata setelah media ramai memberitakannya, termasuk menampilkan wajah bayinya di televisi, pada pukul 15.00 WIB Lydia dan suaminya menyerahkan diri ke polisi. Mereka saat ini ditahan sampai pemeriksaan terhadap mereka selesai. Sedangkan bayi dan neneknya di perbolehkan pulang.
Saat ini rumah Lydia yang berlantai dua dan bergaya modern seperti di kawasan elit telah diberi garis polisi. Dari pengamatan, sampai hari ini orang-orang masih mendatangi rumah Lydia.
Sunariah – Tempo News Room





