indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Amien Rais Bertemu Cak Nur di Yogyakarta


TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Amien Rais, Rabu (24/12), menerima kunjungan cendekiawan muslim Prof. Dr. Nurcholis Madjid di rumahnya di Pandansari, Condongcatur Depok, Sleman Yogyakarta. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PAN, A.M. Fatwa dan sejumlah pengurus PAN Yogyakarta. Namun Amin Rais mengaku tidak ada pembicaraan khusus dengan Nurcholis Madjid yang biasa dipanggil Cak Nur itu.

"Pertemuan ini hanya kebetulan. Cak Nur kebetulan sedang berada di Klaten dan saya sendiri kebetulan lagi ada di Yogya. Setelah ada kontak-kontak kita bertemu. Jadi pertemuan ini hanya silahturahmi biasa dan kangen-kangenan antara saya dengan Cak Nur. Kebetulan juga, saya, Cak Nur dan Pak Syafii Maarif adalah sahabat kental saat kita sama-sama di Chicago," kata Amin Rais menjawab pertanyaan wartawan.

Pertemuan antara dua calon presiden itu memang berlangsung santai. Cak Nur tiba di rumah amin Rais pukul 10.00 WIB. Setelah sempat berbincang-bincang, Amin Rais kemudian mengajak Cak Nur mengunjungi sekolah Taman Kanak-kanan Budi Mulia yang dikelola Amien.

Amin menyatakan, meski tidak mempunyai agenda pembicaraan khusus, pertemuan yang melibatkan berbagai tokoh seperti yang ia lakukan sekarang, mestinya sering dilakukan. Tujuannya, kata dia, sebagai media menjalin persahabatan antarpara tokoh. "Bagaimanapun kbersamaan para tokoh adalah modal yang cukup penting untuk membangun Indonesia yang masih dalam kondisi memperihatinkan seperti sekarang," kata Amin.

Pernyataan Amien didukung Cak Nur --panggilan akrab Nurcholis Madjid. Menurut Cak Nur, untuk membangun bangsa dibutuhkan kebersamaan dan kesatuan langkah dari semua elemen. "Tanpa kebersamaan, kita sulit melangkah sehingga kebersamaan adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan," kata Cak Nur.

Pertemuannya dengan Amien itu, kata Cak Nur, memang tidak ada agenda khusus atau membicarakan persoalan khusus. "Ini hanya pertemuan antara dua sahabat saja. Tapi kalau kemudian ini disebut sebagai upaya menjalin hubungan baik dengan tokoh-tokoh lain bisa saja demikian," katanya.

Ditanya tentang pencalonannya sebagai presiden, Cak Nur mengatakan, sampai saat ini ia masih membuka diri bagi semua partai politik yang ingin mengajukan dirinya sebagai capres. "Sejak awal dulu, saya kan tidak mencalonkan diri karena saya tidak punya partai politik. Tetapi saya menyatakan siap untuk dicalonkan," kata Cak Nur.

Syaiful Amin - Tempo News Room

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X