Mayoritas Parpol Daftarkan Caleg Jelang Penutupan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seluruh partai politik peserta Pemilu 2004 menyerahkan dan melengkapi daftar calon legislatif DPR ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Suasana pendaftaran caleg ini hampir sama ketika batas akhir pendaftaran partai peserta pemilu.
Hingga pukul 21.30 WIB, baru Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang sudah menyerahkan daftar calegnya. Sisanya, hampir secara bersamaan menyerahkan formulir dan syarat calegnya menjelang akhir penutupan pukul 24.00 WIB, Senin (29/12).
Hingga pukul 21.55 WIB, tibalah rombongan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK). Partai pimpinan Ryaas Rasyid itu mendaftarkan 272 caleg. Dari daftar itu 37 persen calonnya perempuan. Beberapa nama yang muncul dari PPDK, antara lain Andi Malarangeng, caleg urutan pertama dari daerah pemilihan (DP) Jakarta I, Ryaas sendiri dari Sulawesi Selatan, dan Rivai Pulungan dari Sulawesi Utara.
Setelah kedatangan PPDK ini, disusul utusan parpol yang datang, yang disambut dengan kerubutan wartawan. Partai-partai ini diterima Pokja di aula utama lantai dua gedung KPU. Di deretan meja yang disusun bisa menerima masing-masing partai dari empat sisi. Setiap meja, menerima pendaftaran dua parpol dan setiap parpol dilayani dua staf Sekretariat Sekjen KPU.
PKPI sebelumnya telah mendaftarkan caleg sebagai partai kedua setelah PDIP. Susunan caleg PKPI diantar langsung Wakil Sekjen Parlin Simanjuntak sekitar pukul 11.30 WIB. Dia diterima Ketua Pokja Pencalegan KPU, Anas Urbaningrum, di aula utama lantai dua yang dijadikan ruangan pendaftaran.
Tepat pukul 18.00 WIB, Wasekjen PDIP Pramono Anung dan Kepala Sekretariat DPP PDIP Ariabima menyusulkan daftar caleg DPR mereka, yang belum seluruhnya diserahkan kemarin. Jumlah total caleg yang diajukan mencapai 615 orang dari kuota maksimal yang disediakan 660 nama. Partai berlambang banteng gemuk itu mengikuti Pemilu di 69 daerah pemilihan dan 32 provinsi.
Pramono menyatakan, 186 orang dari jumlah keseluruhan caleg DPR PDIP adalah perempuan. Sabtu pekan lalu, PDIP telah menyerahkan sebagian daftar calegnya.
Setelah partai PDIP baru kemudian PPDK yang disusul Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB). Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Umumnya Sjahrir. Mereka menyerahkan 284 caleg, 42 persen dari caleg itu perempuan. Di antara deretan nama caleg dari Partai PIB terdapat nama-nama seperti Mantan Duta Besar Iran Laksamana Madya Sumitro, Rosita Noor, artis
Obie Mesakh, Pande Raja Silalahi, dan wartawan senior Fikri Jufri. Nama lain, seperti artis film Tuti Kirana dipasang Partai PIB di Jatim I dan Sabam Siagian dipasang di DP Papua.
Setelah Partai PIB disusul kemudian Partai Golkar yang memasang calon 660 orang. Partai Golkar memasang Irsyad Sudiro di nomor urut pertama daerah pemilihan Jawa Timur VI (Blitar, Kediri, Blitar kota, Kediri kota, Tulungangung), sedangkan Yahya Zaini dipasang di Jatim VII (Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek). Aisyah Baedhowi dan mantan Wagub Jatim Imam Supardi dipasang di Jatim IX (Bojonegoro, Gresik, Lamongan Tuban).
Nama-nama yang muncul di daerah pemilihan Banjarnegara, Kebumen, dan Purbalingga, antara lain
Priyo Budi Santoso yang dipasang Partai Golkar pada nomor urut pertama, fungsionaris DPP PDIP Jacob Tobing yang dipasang di nomor urut kedua. Sedangkan nama-nama caleg seperti artis film Deddy Sutomo dari PDIP dan wartawan senior Tempo Fikri Jufri dari Partai PIB muncul di daerah pemilihan Jateng wilayah Kendal, Salatiga, dan Semarang.
Di Sumatera, anggota Fraksi PDIP Trimedya Pandjaitan, Firman Djaya Daeli, dan presenter beken Irma Hutabarat berebut suara dengan Ekonom Pande Radja Silalahi di daerah pemilihan Sumut wilayah Tapanuli Selatan, Toba Samosir, Labuhan Batu, Padang Sidempuan.
Ketua Umum PPDK Ryaas Rasyid memilih daerah pemilihan di Sulsel I wilayah Bantaeng, Bone, Bulukumba, dan Gowa. Di wilayah yang sama, nama-nama seperti Anwar Fatta dan Nurhaida Yusuf Madjid muncul dari PDIP, dan Arfan Rasyid yang ditaruh di nomor satu oleh PKPI.
Sedangkan, Marwah Daud Ibrahim menempati nomor urut tiga di daerah pemilihan Sulsel II wilayah Enrekang, Pare-Pare, dan Mamuju Utara. Nama lain yang muncul sebagai caleg Rusdy Ambo Dale dan Hamka Haq yang dipasang PDIP berturut-turut di nomor dua dan tiga.
Sekjen Partai Golkar Slamet Effendy Yusuf berada di daerah pemilihan Jateng VIII. Di DIY, muncul dari partai Golkar nama GPBH Djoyokusumo.
Sejak pagi hingga tengah malam tadi, situasi di dalam kompleks gedung KPU cukup ramai. Puluhan wartawan yang sudah stand by sejak pagi berbaur dengan pengurus partai yang hendak menyerahkan dokumen dan berkas pencalegan. Pengurus partai yang datang bersama beberapa calegnya dan berbaur dengan puluhan wartawan ini menyebabkan ruang rapat yang luas itu seperti pasar malam saja.
Dari KPU sendiri, sebelumnya telah bisa memperkirakan lonjakan pendaftar dari partai ini dengan membentuk 12 sub pokja. Mereka telah bersiap menerima apabila partai-partai mendaftar bersamaan. Sebanyak 12 subpokja yang menerima pengurus partai ini tampak sibuk melayani ketua rombongan dari partai-partai ini.
Di luar gedung KPU, mobil-mobil berjejer di sepanjang trotoar depan. Pasalnya kantor KPU sejak sekitar dua pekan terakhir menutup pintu masuk pagar untuk kendaraan di luar anggota KPU.
Menjelang pukul 22.00 WIB, partai-partai lain mulai berdatangan di KPU. Partai-partai itu muncul secara berurutan bersama dengan rombongannya. Setelah Partai Golkar, disusul kemudian Partai PNI Marhaenisme, Partai Bintang Reformasi, Partai Demokrat, Partai Sarikat Indonesia.
Dari seluruh partai yang menyerahkan daftar calegnya, hampir seluruh partai menyerahkan calon dari seluruh daerah pemilihan yang ada. Hanya tiga partai saja yang menyerahkan kurang dari 69 DP, yaitu PBR tanpa NTT II, Partai PNUI tanpa Irjabar, Bali, dan NTT, Partai Demokrat tanpa Irjabar.
Untuk syarat keterwakilan 30 perempuan dalam legislatif pun, beberapa partai masih belum memenuhinya. Di antara partai-partai yang menyerahkan kurang dari 30 persen itu, antara lain PSI 25 persen, PBR 63 perempuan dari 294 caleg, PBB hanya 21 persen, sedangankan Partai Damai Sejahtera hanya menyerahkan 25 persen caleg perempuan.
Mereka rata-rata mengaku kesulitan dalam mencari calon yang memiliki kapabilitas dan kader yang berkualitas dari perempuan. Sedangkan, banyak partai mengaku belum seluruhnya menyerahkan syarat caleg secara lengkap. "Kami masih harus melengkapi keterangan sehat dari rumah sakit," kata Ketua Tim Pemenangan Pemilu PBB Sahar L Hassan yang datang ke KPU.
Hal serupa juga akan dilakukan oleh Partai Damai Sejahtera yang masih harus melengkapi syarat
keterangan dari pengadilan, tidak sedang menjalani hukuman pidana lima tahun. "Mengurus itu kita butuh waktu," kata Ketua PDS Ruyandi Hutasoit. Mereka masih diberi kesempatan KPU untuk menyelesaikan kekurangan syarat yang diserahkan ini selama dua pekan ke depan, apabila tidak ingin calonnya dicoret dari daftar itu.
Purwanto - Tempo News Room