Telkom Targetkan Pendapatan Naik 20 Persen


TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama PT Telkom Kristiono menyatakan pihaknya menargetkan akan memperoleh pertumbuhan pendapatan tahun 2004 sebesar 20 persen.

"Revenue growth kita akan coba pertahankan sebesar 20 persen," katanya usai acara peresmian pembukaan perdagangan awal tahun di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Senin (5/1) siang.

Menurut Kristiono, ada dua sebab yang menjadi dasar estimasi. Pertama, adanya pemilu yang bisa dipastikan akan mendorong peningkatan aktivitas pemakaian telepon, dan kedua, adanya harapan peningkatan akses telepon seluler.

"Sampai tahun depan penetrasi (seluler) masih rendah. Diperkirakan masih bisa tumbuh 40-50 persen," ujar Kristiono. Angka sebesar 20 persen itu sendiri, ujarnya, didapat dengan memasukkan penjualan Telkomsel tahun 2002 yang mencapai sebesar Rp 3,1 triliun.

Sedangkan untuk pengeluaran modal, menurut Kristiono, Telkom akan menggelontorkan dana sebesar Rp 5 triliun. "Itu semua dari outstanding loan yang sudah ada," katanya.

Mayoritas dari dana tersebut, yakni sebesar Rp 2 triliun, akan digunakan untuk mengembangkan investasi Telkomflexi yang menargetkan penambahan 1,2 juta saluran sambungan pada tahun 2004. "Tahun 2003 yang lalu, kita telah mengembangkan 400 ribu satuan sambungan," ujarnya.

Selain itu, menurut Kristiono, masih ada rencana untuk pengembangan bisnis data, jaringan sambungan utama telepon (backbone), dan peluncuran satelit baru. "Diperkirakan dana yang digunakan akan mencapai sebesar Rp 1,6 triliun," katanya.

Mengenai audit review laporan keuangan Telkom tahun 2002, Kristiono menjanjikan bahwa laporan itu akan selesai pada akhir Januari 2004 ini, dengan perkiraan kemungkinan penurunan laba bersih sebesar 5 persen dari laporan keuangan yang dulu.

Hal ini, kata Kristiono, dilakukan untuk memenuhi tenggat waktu yang diberikan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) yang meminta laporan keuangan Telkom 2002 sudah harus selesai ahir Januari ini.

Amal Ihsan - Tempo News Room

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X