Presiden Berikan Penghargaan Ketahanan Pangan 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Megawati Soekarnoputri memberikan penghargaan Ketahanan Pangan 2003 di Istana Negara, Rabu (14/1). Penerima penghargaan itu mencakup seluruh komponen pemangku kepentingan (stake holder) di bidang pangan, yaitu petani, kelompok masyarakat, perusahaan, dan aparat pemerintah daerah.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Pertanian Bungaran Saragih, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Ali Marwan Hanan, Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Soenarno, dan Menteri Kesehatan Ahmad Sujudi.

Secara simbolis, Presiden menyerahkan penghargaan kepada enam gubernur yang dianggap berhasil dalam membangun ketahanan pangan di wilayahnya. Mereka adalah Gubernur Jawa Timur Imam Utomo Suparno, Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto, Gubernur Sulawesi Tengah Aminuddin Ponulele, Gubernur Sumatera Barat Zainal Bakar, Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, dan Gubernur Sulawesi Utara Adolf Jouke Sondakh.

Presiden juga menyerahkan penghargaan dengan keberhasilan yang sama kepada 12 bupati. Mereka adalah Bupati Pasuruan Jusbakir Aldjusfri, Bupati Maros Nadjamuddin Aminullah, Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko, Bupati Tapanuli RE Nainggolan, Bupati Agam Arifto Munandar, Bupati Bantul Idham Samawi, Bupati Majalengka Tutty Hayati Anwar, Bupati Bolaang Mongondow Marlina Moha Siahaan, Bupati Bima Zainul Arifin, Bupati Musi Banyuasin Ali Nurdin, Bupati Lampung Selatan Zulkifli Anwar, dan Bupati Tabalong, Noor Aidi.

Kelompok masyarakat yang dianggap berhasil dalam membangun ketahanan pangan sebetulnya ada sepuluh kelompok, namun secara simbolis Presiden menyampaikan tropi dan penghargaan hanya kepada Kelompok PKK Desa Karanggude Kulon, Banyumas, Jawa Tengah, dan Kelompok Lumbung Pangan Aruman, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Penghargaan juga diberikan kepada petani kecil Pedan Timur, Dusun Pedan, Desa Kajoran, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Selain itu, juga diberikan kepada Kelompok Tani Padi Poton Kabupaten Polmas Sulawesi Selatan, perusahaan PT Putra Agro Sejati dari Tanah Karo Sumatera Utara, Kelompok Tani Subur yang diketuai oleh Widji Setyo Hartono, Kelompok Usaha Jasa Pelayanan Alsintan dari Desa Gemabang, dan kepada Doktor Irsal Las, seorang peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Padi Sukamandi, Jawa Barat.

Deddy Sinaga - Tempo News Room