Februari, Wisatawan Asing Meningkat Signifikan


TEMPO Interaktif, Jakarta: Sejak pemerintah memberlakukan Kepres Nomor 18 tahun 2003 jo Kepres Nomor 103 tahun 2003 tentang Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS) 1 Februari lalu, jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan fasilitas itu meningkat signifikan selama periode bulan itu.

"Sebagai gambaran, kunjungan wisatawan ke Indonesia yang menggunkan fasilitas BVKS sejak 1 Februari lalu menunjukkan jumlah yang sangat signifikan," ujar Direktur Jenderal Imigrasi, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, M. Iman Santosa disela-sela Rapat Koordinasi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata di Jakarta, Kamis (4/3).

Berdasarkan laporan dari 15 Tempat Pemeriksaan Imigras (TPI) di pelabuhan laut dan udara yang ada di Indonesia, selama periode bulan lalu jumlah total wisatawan manca negara (wisman) yang menggunakan fasilitas ini sekitar 138.731 orang.

Santoso memerinci kelima belas TPI itu, yakni TPI Polonia Medan berjumlah 4.567 wisman, Pekanbaru 552 wisman, Padang 584 wisman, Soekarno-Hatta 17.595 wisman, Surabaya 1.820 wisman, Ngurah Rai Bali 5.448 wisman, Manado 275 wisman, Batam 99.223 wisman, Tanjung Uban 7.294 wisman, Belawan 489 wisman, serta Dumai 884 wisman. Empat TPI lain, yakni Sibolga, Tanjung Priuk, Denpasar dan Jayapura masih belum menyajikan data mengenai kedatangan para turis asing itu.

Dijelaskan Santoso, ada sekitar sebelas negara yang mendapat fasilitas bebas visa kunjungan singkat sesuai Keputusan Presiden No. 103/2003. Masing-masing Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Hong Kong, Makao, Cili, Peru, Maroko dan Vietnam.

"Warga negara asing yang mendapat fasilitas BVKS dapat masuk dan keluar wilayah melalui TPI di seluruh Indonesia, dan mereka dapat tinggal di Indonesia selama 30 hari," kata dia. Syaratnya, lanjut Santoso, dalam hal terjadi bencana alam, kecelakaan atau sakit dapat diperpanjang dengan persetujuan menteri terkait; dan tidak dapat dialihstatuskan menjadi izin keimigrasian lainnya.

Bagi warga negara asing yang tidak mendapat fasilitas BVKS, kata dia, pemerintah akan memberikan Visa Kunjungan Singkat Kedatangan (VKSK /Visa on Arrival). "Ini merupakan salah satu solusi kemudahan bagi wisatawan atau orang asing dari negara-negara tertentu yang akan berkunjung ke Indonesia dan pengajuan visa dilakukan di TPI yang telah ditentukan," paparnya.

Menurutnya, VKSK ini dapat diberikan kepada orang asing warga negara tertentu yang bermaksud mengadakan kunjungan ke Indonesia untuk wisata, kunjungan sosial budaya, kunjungan usaha, dan tugas pemerintahan dengan mempertimbangkan asas manfaat, saling menguntungkan, dan tidak menimbulkan gangguan keamanan. "Biaya yang dikeluarkan untuk mengajukan VKSK, yakni US$ 25 untuk kunjungan 30 hari per orang, dan US$ 10 untuk kunjungan 3 hari per orang," ujarnya.

Warga negara asing yang memperoleh fasilitas VKSK ini yakni dari negara Afrika Selatan, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Brasil, Denmark, Emirat Arab, Hongaria, Finlandia, Inggris, Italia, Kanada, Norwegia, Jepang, Jerman, Polandia, Korea Selatan, Perancis, Swiss, Selandia Baru dan Taiwan.

Khusus untuk VKSK ini, Santoso menjelaskan, beberapa TPI pelabuhan udara yang ditunjuk antara lain: Polonia Medan, Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Tabing Padang, Soekarno-Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, Ngurah Rai Bali, Sam Ratulangi Manado, Halim Perdana Kusuma Jakarta, Adisucipto Yogyakarta, Adisumarmo Surakarta, Selaparang Mataram, Sepinggan Balikpapan, Hasanuddin Makasar, dan El Tari Kupang.

Sementara untuk pelabuhan laut, yakni untuk daerah Batam meliputi Sekupang, Batu Ampar, Nongsa, Marina Teluk Senimba, Batam Center; untuk Tanjung Uban meliputi Bandar Bintan Telani Lagoi, Bandar Sri Udana Lobam; Belawan; Sibolga; Yos Sudarso Dumai; Teluk Bayur Padang; tanjung Priuk Jakarta; Padang Bai Bali; Jayapura; Bitung; Tanjung Balai Karimun; Tanjung Mas Semarang; Tenau Kupang; dan Pare-Pare.

Selama Februari lalu, kunjungan wisman yang menggunakan fasilitas VKSK ini berjumlah sekitar 113.318 orang. Dari kelima belas TPI, yakni Polonia Medan berjumlah 727 wisman, Pekanbaru 17 wisman, Padang 77 wisman, Soekarno-Hatta 21.125 wisman, Surabaya 1.510 wisman, Ngurah Rai Bali 68.173 wisman, Manado 359 wisman, Batam 11.191 wisman, Tanjung Uban 9.859 wisman, Belawan 217 wisman, serta Dumai 63 wisman. Sama seperti pada BVKS, empat TPI lain, yakni Sibolga, Tanjung Priuk, Denpasardan Jayapura masih belum menyajikan data mengenai kedatangan para turis asing itu.

Danto - Tempo News Room

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X