Yudhoyono Klarifikasi Isu Seputar Dirinya
TEMPO Interaktif, Jakarta:Calon presiden Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono membantah semua isu yang beredar melingkupi dirinya. Ia menganggap, semua isu itu sampah dan nyata-nyata tidak benar. "Saya akan memberikan klarifikasi atas berbagai isu negatif yang telah mendiskreditkan kehormatan dan kepribadian saya," ucap yudhoyono di Kantor Berita Antara, Jakarta, Jumat (23/4).
Yudhoyono mengaku, dirinya sudah berusaha menahan diri untuk tidak melawan dan tidak mengklarifikasi berbagai macam isu itu selama dua bulan. Namun, sayangnya, lanjut Yudhoyono, ada sebagian masyarakat yang sudah percaya dan termakan oleh puluhan isu yang beredar itu sehingga hal itu perlu diklarifikasi. "Apalagi, berbagai macam isu, fitnah, dan serangan itu lewat sms, selebaran, surat kaleng, dan telpon gelap," ucapnya.
Dalam salah satu isu itu, Yudhoyono disebutkan pindah agama dan istrinya beragama kristen."Bahkan, dalam sebuah kampanye di Medan, malam harinya ada sms dan selebaran beredar, sehingga sebelum saya menuju ke lapangan kampanye, saya diminta shalat di masjid yang paling dekat tempat kampanye," ujarnya.
Isu itu, lanjut Yudhoyono, adalah fitnah. Apalagi, ia menegaskan, dirinya terlahir di pondok pesantren Termas, Pacitan, ibunya berasal dari keluarga pesantren Termas, dan ayahnya merupakan santri di pesantren Gontor.
Selain itu, Yudhoyono mengungkapkan, ada pula yang menyebutkan dirinya telah berisitri lagi. " Istri saya cuma satu dan semoga tetap satu," katanya.
Bahkan, agen intelijen Amerika CIA pun sempat disebut-sebut ada dibelakang dirinya. Juga disebutkan Partai Demokrat menerima bantuan dari luar negeri, utamanya AS. "Tidak ada satu orang pun, agen intelijen dari negara lain termasuk CIA yang berhubungan dengan saya," ucapnya.
Juga, lanjut Yudhoyono, jangankan US$ 50 juta, tidak US$ 1 pun bantuan dari luar negeri yang diterima oleh Partai Demokrat. "Kami susah mencari dana, bahkan ketika kami dimintai dana untuk biaya saksi di TPS tidak mampu karena kami memang tidak punya uang," katanya.
Soal isu keterlibatannya dengan pengusaha Tomy Winata juga dibantahnya. "Saya ini jelek-jelek punya pendirian dan prinsip, dan saya ini capres bukan boneka," katanya. Untuk itu, ia menegaskan, tidak ada satu pihak pun yang mengendalikan dirinya dalam arti negatif, termasuk penyandang dana yang membiayai gerakan politiknya.
Isu lainnya, Yudhoyono pun sempat disebut sebagai orang yang anti Islam dan anti Tionghoa. "Itu semua fitnah, dan saya tidak ingin hidup ini habis hanya isu kontra isu," katanya.
Yandhrie Arvian - Tempo News Room