Topik
Flexi Bangun 750 Ribu Terminal
TEMPO Interaktif, Jakarta: Telkom Flexi akan membangun 750 ribu terminal telepon rumah di seluruh Indonesia. Pesawat telepon ini tidak memiliki kabel seperti pesawat telepon yang biasa ditemui di rumah-rumah saat ini. Keunggulannya pesawat ini dapat dibawa bergerak asalkan masih dalam satu kode area.
Menurut Direktur Bisnis dan Jasa PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) Suryatin Setiawan, layanan ini diberikan kepada masyarakat yang sudah mendaftar ke kantor Flexi. “Ini untuk yang berada di daftar tunggu,” tuturnya kepada wartawan seusai menandatangani kerja sama Flexi Content di Jakarta, Rabu (5/5).
Masyarakat yang berada di daftar tunggu sudah sejak lama menunggu jaringan telepon rumah. Namun investasi untuk telepon kabel memerlukan dana sebesar US$ 200 sampai US$ 300 yang tergolong cukup besar dibandingkan dengan telepon seluler yang hanya mencapai US$ 150. Pertambahan pengadaan telepon kabel oleh Telkom hanya berkisar 200 sampai 300 satuan sambungan telepon (SST).
Pesawat telepon tanpa kabel ini juga bisa digunakan untuk mengirim pesan singkat (short message service/SMS) ke telepon seluler. Layanan yang lebih dikenal dengan Flexi Home ini memang dipersiapkan untuk telepon rumah. “Juga diberi tambahan fasilitas untuk akses internet,” kata Suryatin.
Tarif percakapan melalui pesawat Flexi Home sama dengan Flexi yang bergerak. Tarif percakapan dipatok Rp 250 per menit. Sedangkan untuk pengiriman pesan singkat ke seluler sama dengan Flexi sebesar Rp 350. “Tarif dibuat sama persis dengan telepon yang mempunyai mobilitas terbatas (Flexi),” tutur Suryatin.
Menurut Suryatin, di kemudian hari tarif Flexi akan diberlakukan sesuai keputusan dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Masyarakat Telematika (Mastel). Sampai saat ini pembahasan mengenai tarif telepon berbasis data ( Code Division Multiple Acces/CDMA) masih terus berlangsung.
Agriceli - Tempo News Room