Pemerintah Akan Pelopori Penggunaan Open Source


TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah bertekad mendorong pengembangan piranti lunak dengan kode asal terbuka (open source) dengan mencanangkan program Indonesia Goes Open Source (IGOS) akhir Juni mendatang. Sebagai langkah awal seluruh kantor pemerintahan akan mempelopori penggunaan piranti lunak open source.

Menteri Negara Riset dan Teknologi Hatta Radjasa menuturkan gerakan IGOS ini digunakan untuk mendorong kalangan akademisi, bisnis, dan masyarakat agar mengembangkan piranti lunak open source. "Pemerintah akan mulai pakai open source supaya ada pasar dan aktifitas bisa berjalan," tutur Menteri usai rapat kerja dengan DPR, Rabu (16/6).

Menurut Hatta tujuan lain dikembangkannya open source adalah untuk menghindari terjadi pelanggaran hak cipta karena menggunakan piranti lunak bajakan, melakukan percepatan pemerataan pemanfataan teknologi informasi, dan mendorong masyarakat menjadi lebih kreatif. Program ini sendiri akan dikembangkan bersama-sama antara Kementerian Ristek, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Departemen Kehakiman, dan BPPT.

Mengenai insentif, Hatta mengatakan, pemerintah tidak memberikan insentif dalam bentuk uang tunai. Tapi lebih kepada upaya kampanye program penggunaan open source dan menyediakan pusat-pusat pelatihan. "Pemerintah juga tidak punya target penggunaan open source, karena akan dilakukan secara bertahap," papar dia.

Ucok Ritonga - Tempo News Room

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X