Konsorsium Hanya Miliki 32.920 Ton Gula Impor
TEMPO Interaktif, Jakarta:Konsorsium yang bekerja sama dengan Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) menegaskan hanya memiliki 32.920 ton gula impor yang sekarang tersimpan di gudang Cakung.
"Selebihnya itu kita sama sekali tidak tahu," kata Direktur PT Mega Raya Sejahtera, Mulyo Setiawan, kepada Tempo News Room sebelum rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Rabu (30/06).
Sebagaimana diketahui, saat ini ada lima perusahaan yang melakukan kerja sama dengan Inkud, yaitu PT Mega Raya Sejahtera, PT Kencana Gula Manis, CV Surya Indra Utama, UD Gunung Sewu, dan PT Iroda Mitra.
Kelima perusahaan itu tidak mengakui gula sebanyak 56 ribu ton yang tersimpan di gudang Hobros dan BGR sebagai miliknya. Menurut Mulyo, gula 32.920 ton tadi diimpor sebelum tanggal 30 April sesuai SK Memperindag No. 643. "Jadi yang di Hobros dan BGR kita tidak tahu," katanya.
Mulyo mengatakan pihaknya dengan keempat perusahaan lainnya sudah melakukan kerja sama dengan PTPN X sebagai pemegang izin IT sejak 2003. Namun, lanjut dia, pada 2004 ini PTPN X telah bekerja sama dengan Inkud sebagai pemegang lisensi pelaksanaan importasi.
"Pada waktu habis tahun 2003 kita tidak dapat jatah langsung sehingga PTPN X suruh kita kerja sama dengan Inkud," katanya. Dia juga mengakui mengenal Inkud atas dorongan dari Dirut PTPN X, Duduh. "Mula-mula kita tidak kenal itu Inkud. Tapi karena dibilangin berkali-kali oleh PTPN X dan dihubungi berkali-kali oleh Inkud maka lewat Pak Duduh kenal Inkud," katanya.
Kondisi ini sebenarnya tidak diinginkan oleh konsorsium yang notabene pedagang-pedagang gula. Hal itu dikatakan oleh Dirut PT Iroda Mitra, Hans Maramis. Menurutnya, para pedagang tersebut ingin langsung menjalin kerja sama dengan PTPN X sebagai penyandang dana talangan seperti pada 2003.
"Kami sebagai penyandang dana talangan sebenarnya ingin langsung ke PTPN X tapi karena sudah kerja sama dengan pihak Inkud dengan hati kecil kami harus terima itu," kata Hans.
Kelima perusahaan itu sendiri mengaku tidak mengetahui dengan nama konsorsium yang selama ini diberitakan di media. "Kami juga bingung nama konsorsium itu dari mana dan didirikan berdasarkan apa," kata Direktur CV Surya Indra Utama, Yayat Priyatna.
Muchamad Nafi - Tempo News Room
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Berita Utama Bisnis
- Golkar: Jika BBM Naik, Papua Akan Mendapat Berkah
- Soal Kondom Meoong, Ini Kata Ketua Forum Pemred
- Cuaca Buruk, Bandara Adisucipto Ditutup
- Mark Zuckerberg Dicecar Pemilik Saham Facebook
- Tarif Jembatan Tol Bali Belum Tentu Rp 10 Ribu
- Rupiah Turun Ancam Pengusaha Komputer
- Kecelakaan Merpati, DPR Akan Panggil Menhub


